Jurus Anak Buah Jokowi Guna Memacu Produksi Pangan

Tangkap layar Presiden Jokowi meresmikan Bendungan Bintang Bano di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. (Antara/Desca Lidya Natalia)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 12 April 2022 | 13:50 WIB

Sariagri - Pemerintah berencana membangun 61 bendungan lagi sampai 2024 mendatang, dibarengi dengan program modernisasi irigasi guna menunjang produktivitas sentra pertanian. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan bendungan akan meningkatkan kapasitas tampungan air sehingga kontinuitas suplai air ke sawah terjaga.

"Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat memberikan manfaat yang nyata di mana air akan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani," kata Basuki.

Kementerian PUPR berencana menyelesaikan pembangunan 61 bendungan pada periode 2014-2024, di mana hingga 2021 telah selesai 29 bendungan dan sisanya 32 bendungan dalam masa konstruksi (ongoing).

Dari 61 bendungan tersebut, sebanyak 52 bendungan dengan total kapasitas tampung 3.734,09 juta m3 memiliki potensi pemanfaatan untuk layanan irigasi tersebar di 71 Daerah Irigasi (DI) yang terdiri dari 16 daerah irigasi bersumber dari bendungan selesai dan 55 daerah irigasi dari bendungan ongoing.

Baca Juga: Jurus Anak Buah Jokowi Guna Memacu Produksi Pangan
Resmikan Bendungan Bendo Ponorogo, Presiden Jokowi: Untuk Tingkatkan Produktifitas Pertanian

Dengan selesainya pembangunan 52 bendungan berpotensi untuk layanan irigasi tersebut, diharapkan akan meningkatkan luas lahan irigasi yang mendapatkan jaminan air dari bendungan. Total target pemanfaatan bendungan untuk irigasi mencapai seluas 385.646 hektare.

Pada 2014, lahan irigasi yang mendapat suplai air bersumber dari bendungan baru 10,66% atau seluas 761,542 hektare dari total luas irigasi potensi sebesar 7,145 juta hektare (sesuai Peraturan Menteri PUPR No 14/PRT/M/2015).

Nantinya setelah 52 bendungan selesai pada 2024 diharapkan meningkat menjadi 17,43% atau seluas 1,245 juta hektare.

Video Terkait