Perusahaan Pertanian di Bali Kembangkan Sistem dengan Konsep Keberlanjutan

CEO dan pendiri Plaga Farm I Gede Bingin Mustika. (Antara/Naufal Fikri Yusuf)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 6 April 2022 | 10:00 WIB

Sariagri - Perusahaan sektor pertanian di Bali, Plaga Farm melakukan rebranding perusahaan dengan fokus untuk mengembangkan sistem dengan konsep keberlanjutan di enam bidang.

Enam bidang diantaranya teknologi rumah kaca, pengelolaan limbah, manajemen produksi berlebih, penelitian dan pengembangan, kerja sama dan kolaborasi lintas disiplin, serta pemberdayaan masyarakat lokal.

"Ini kami lakukan sebagai komitmen Plaga Farm terhadap inovasi dalam membina masa depan yang berkelanjutan," ujar CEO dan pendiri Plaga Farm I Gede Bingin Mustika di Kabupaten Badung, Selasa (5/4/2022).

Dia mengatakan, rebranding perusahaan itu dilakukan sebagai tanggapan untuk mempercepat pertumbuhan perusahaan dan meningkatkan visi perusahaan yang menjual berbagai produk sayuran dan buah dengan kualitas premium itu.

"Upaya rebranding perusahaan yang kami lalukan meliputi transformasi besar-besaran pada identitas, website dan program Corporate Responsibility Program (CSR) bertajuk Farm to Community," katanya.

Gede Bingin Mustika menjelaskan, inovasi bidang pertama yaitu teknologi rumah kaca dimanfaatkan Plaga Farm dengan pengembangan teknik pertanian rumah kaca yang secara umum mampu menghasilkan produk segar tanpa pestisida dan insektisida serta penggunaan air yang lebih efisien.

Plaga Farm juga berusaha meminimalkan jejak karbon dalam rantai nilai, mengelola limbah produksi dengan tepat, dan mengelola air secara berkelanjutan.

"Sampah sisa selama pra-produksi dan pasca panen dikumpulkan setiap hari dan diberikan kepada petani setempat untuk mengubahnya menjadi kompos dan menumbuhkan kebun kecil mereka sendiri," ungkapnya.

Dia menjelaskan, pandemi COVID-19 telah menempatkan tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada rantai pasokan pertanian. Tantangan itu dalam hal tenaga kerja pertanian, pemrosesan, transportasi dan logistik.

"Namun kami mengubah hambatan ini menjadi peluang untuk membangun keterlibatan yang kuat dengan para mitra, mengembangkan produk salad dan jus detoks yang baru diluncurkan, dan berkomitmen untuk mengimplementasikan program CSR Farm to Community," kata Gede Bingin Mustika.

Plaga Farm akan terus melakukan program penelitian dan pengembangan mencakup berbagai kegiatan dan potensi inovasi ini termasuk strategi untuk mempertahankan keunggulan operasional dan mengembangkan produk segar bergizi kesehatan.

Gede Bingin Mustika menambahkan, pihaknya akan mempromosikan riset dan pengembangan pertanian melalui kemitraan dengan sejumlah besar mitra, lembaga, komunitas, dan asosiasi nasional dan internasional.

"Plaga Farm secara aktif mengedukasi para petani dan masyarakat setempat melalui berbagai program yang dirancang untuk menanamkan kesadaran akan isu keberlanjutan yang mendesak," ungkapnya.

Baca Juga: Perusahaan Pertanian di Bali Kembangkan Sistem dengan Konsep Keberlanjutan
Pemerintah Antisipasi Kenaikan Harga Komoditas Dampak Global

Menurut dia, dengan enam fokus inovasi dan dengan identitas branding baru yang telah diluncurkan di The St. Regis Bali Resort beberapa waktu yang lalu itu mencerminkan pendekatan Plaga Farm terhadap pembangunan berkelanjutan.

"Selama dua puluh tahun terakhir, kami merasa optimis dengan kemampuan kami untuk melanjutkan dan memberikan kontribusi positif yang mengarah pada peningkatan sosial, lingkungan, dan ekonomi di komunitas tempat kami berbisnis," pungkasnya.

Video Terkait