Tak Terduga, Gulma Beracun Babadotan Ternyata Bisa Jadi Kompos Kaya Nutrisi

Ilustrasi - Kompos kering. (Pixnio)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 29 Maret 2022 | 09:00 WIB

Sariagri - Gulma beracun yang tumbuh invasif dapat diolah menjadi kompos kaya nutrisi untuk tanaman. Hasil studi terbaru yang diterbitkan di Jurnal Biomass Conversion menyebutkan gulma Ageratum conyzoides atau biasa dikenal sebagai babadotan/bandotan dalam bahasa sunda atau wedusan dalam bahasa Jawa ideal digunakan sebagai kompos untuk memperbaiki lahan pertanian.

Krishna Chaitanya Maturi, peneliti dari Indian Institute of Technology (ITT) mengatakan dampak buruk dari gulma babadotan selama ini adalah menurunkan kualitas tanah dengan mengurangi keberadaan organisme tanah yang berguna.

"Ini adalah tanaman yang sangat beracun yang mengandung alelokimia beracun seperti stigmasterol, demethoxy-ageratochromene, dan caryophyllene karena A. conyzoides berbahaya bagi tanaman tetangga. Ini juga mengganggu berbagai budaya tanaman asli di berbagai wilayah ekologis," kata Maturi dikutip phys.org.

Ajay S.Kalamdhad mengatakan penelitian dilakukan untuk menghasilkan produk kompos yang tidak beracun dengan mengolah gulma babadotan secara biologis, memadukannya dengan inokulum dan agen dekomposer di dalam alat drum komposter putar.

"Komposer kompeten dalam meningkatkan parameter nutrisi seperti nitrogen, fosfor dan kalium sekaligus menurunkan lignin, hemiselulosa dan selulosa. Pemanfaatan gulma babadotan untuk teknik pengomposan dalam wadah adalah pendekatan baru untuk mendapatkan produk bernilai tambah, yang jarang dilaporkan dalam teknologi manajemen lainnya," ungkap Kalamdhad.

Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pupuk kompos dari gulma babadotan dapat digunakan dalam berbagai aplikasi pertanian yang membutuhkan produk kaya nutrisi, tidak beracun dan dapat diterima lingkungan.

"Kompos dari gulma Ageratum conyzoides (babadotan) dapat digunakan sebagai pengganti pupuk kimia," kata K.C Jisha.

Baca Juga: Tak Terduga, Gulma Beracun Babadotan Ternyata Bisa Jadi Kompos Kaya Nutrisi
Panen 4 Kali Setahun, Ratusan Hektare Sawah di Kudus Terapkan IP Padi 400



Menurut sebuah makalah yang diterbitkan FAO, gulma babadotan telah menjadi bagian pengetahuan lokal di kalangan petani di perbukitan Arunachal Pradesh, India bagian timur laut sebagai bahan meningkatkan kesuburan tanah.

Makalah itu juga menjelaskan bagaimana petani di Arunachal Pradesh percaya bahwa gulma beracun tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan hasil biji padi melalui perbaikan sifat kimia dan kesuburan tanah. 

Video Terkait