Ekonomi Petani Meningkat, Daerah Ini Panen Jagung Hibrida 8 Ton per Hektare

Varietas jagung hibrida JH 33.(Balitbangtan)

Penulis: Tatang Adhiwidharta, Editor: Arif Sodhiq - Minggu, 20 Maret 2022 | 11:30 WIB

Sariagri - Kelompok tani di Desa Lhok Guci, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat memanen jagung hibrida sebanyak tujuh hingga delapan ton per hektare, dalam panen perdana yang dipimpin oleh Bupati Aceh Barat H Ramli MS.

“Alhamdulillah, keberhasilan panen jagung mencapai delapan ton per hektare di Aceh Barat ini sangat kita syukuri, semoga mampu meningkatkan perekonomian petani," kata Bupati H Ramli MS, Sabtu.

Ia mengatakan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran petani dan program KOMPAK bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.

Ramli MS mengatakan selama ini hasil panen jagung hibrida di Aceh Barat hanya berkisar antara tiga hingga empat ton per hektare.

Namun dengan adanya pembinaan melalui program KOMPAK, kata dia, capaian jumlah panen jagung di Kabupaten Aceh Barat menjadi meningkat.

Ramli MS juga mengatakan pemerintah daerah akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada petani, sehingga diharapkan capaian produksi jagung di Aceh Barat akan semakin meningkat setiap tahunnya.

“Ke depan, kita targetkan capaian panen jagung di Kabupaten Aceh Barat bisa mencapai sembilan hingga 10 ton per hektare,” kata Ramli MS.

Sementara itu Distrik Koordinator KOMPAK Aceh Barat Abdul Haris mengatakan panen perdana jagung hibrida di Desa Lhok Guci, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat dilakukan di areal seluas 7,8 hektare.

Baca Juga: Ekonomi Petani Meningkat, Daerah Ini Panen Jagung Hibrida 8 Ton per Hektare
Kelompok Tani di Bogor Panen Jagung Hibrida Belasan Ton, Petani Untung Rp8 Juta

“Program ini merupakan replikasi model keperantaraan pasar yang sudah diinisiasi oleh Program KOMPAK bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat,” katanya.

Pada tahun ini, kata dia, petani di 15 desa di Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, akan menanam kembali jagung hibrida di lahan seluas 70 hektare, dengan melibatkan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG/Desa) untuk mendukung program ketahanan pangan.

Video Terkait