Kementan Kembali Genjot Realisasi Program KUR Taxi Alsintan di Jawa Timur

Ilustrasi membajak sawah dengan traktor (Pixabay)

Editor: M Kautsar - Rabu, 9 Maret 2022 | 18:10 WIB

Sariagri - Pada awal tahun 2022 ini, Kementerian Pertanian (Kementan) mengucurkan KUR Taxi Alsintan di Sumatera Selatan dan Jawa Barat kemudian berlanjut di Provinsi Jawa Timur yang bertujuan agar masyarakat mampu mengadakan alsintan secara mandiri sehingga tidak lagi tertuju pada bantuan pemerintah melalui APBN.

Direktur Alsintan, Direktorat Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Andi Nur Alam Syah menegaskan pergerakan program Taxi Alsintan ini telah dimulai dari awal tahun dan sampai akhir Maret ini untuk difokuskan pada wilayah dengan zona hijau. Zona hijau ini merupakan wilayah yang potensial dan daerah sentra utama produksi padi nasional.

"Kami optimis program KUR Taxi Alsintan ini akan berjalan sukses setelah melihat makin banyak petani yang bersemangat untuk melakukan pembelian sendiri. Ini patut kita syukuri," kata Nur Alam dalam Rapat Koordinasi Pemantapan Pengembangan Program Taxi Alsintan yang dilaksanakan di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lamongan, Lamongan, Selasa (08/03/2022).

Nur Alam bersyukur sejumlah problem dalam proses penyaluran KUR Taxi Alsintan ini bisa mulai dilakukan sehingga para petani bisa segera mendapat kebutuhan alsintan. Utamanya terkait uang muka atau DP KUR Alsintan dimana perusahaan penyedian alsintan bersedia memberikan insentif keringanan berupa uang muka 20 persen sehingga petani yang sebelumnya terbebani DP 30 persen, kini cukup membayar ke bank penyedia KUR sebesar 10 persen.

"Saya menghimbau kepada para penyedia alsintan yang lainnya untuk bekerja sama mendukung program Taxi Alsintan dengan pemberian jasa kredit pembelian alsintan dengan DP maksimal 20 persen dan penyediaan spare part," ajaknya.

Dia menegaskan, program Taxi Alsintan ini merupakan ide dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk memastikan mekanisasi ini terus berlanjut dan tidak berhenti hanya karena persoalan anggaran. Sehingga pertanian bisa lebih maju, mandiri dan modern. 

"Saya yakin program ini bisa berhasil karena tanpa kita dorong petani sudah mulai merasakan bahwa alsintan ini sangat kita butuhkan. Ini yang terjadi di Jawa Timur," terang Nur Alam.

Karena itu, Nur Alam berharap mekanisasi pertanian ini, petani di Jawa Timur, khususnya Lamongan dan sekitarnya terus terpacu untuk berproduksi. Sehingga bisa memaksimalkan lahannya untuk IP-400, yakni tanam dan panen empat kali dalam setahun.

"Dengan alsintan, pertanian semakin efisien, insyaallah bisa panen dan tanam empat kali dalam setahun," cetusnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lamongan, Sukriyah mengatakan pentingnya alsintan sebagai cara peningkatan produksi petani di wilayahnya. Lamongan merupakan salah satu sentra produksi padi terbesar di Jawa Timur dengan luas lahan 88 ribu hektare dengan produksi mencapai 1,1 juta ton per tahun dan provitas sebesar 7,5 ton per hektare. Sebagian petaninya pun sudah mulai menerapkan IP-400. 

"Poktan (kelompok tani) dan gapoktan (gabungan kelompok tani) sudah bermitra dengan pengelola BUMDes dalam pengelolaan alsintan dengan sewa alat atau pinjam pakai," jelasnya.

Sukriyah menuturkan, pihaknya juga telah bekerja sama dengan salah satu penyedia alsintan dalam program KUR Taxi Alsintan. Dalam proses ini, pihaknya bersama penyedia alsintan telah bermitra dengan BNI dan BRI untuk membantu poktan atau gapoktan yang membutuhkan alsintan berupa combine harvester dan traktor dalam pelaksanaan kegiatan produksi pertanian pengembangan IP-400. 

"Adanya Taxi Alsintan ini akan memacu petani untuk bisa tanam dan panen empat kali dalam setahun sehingga produksi pertanian di Lamongan naik, kesejahteraan petaninya juga meningkat," jelasnya.

Dalam rapat koordinasi ini, juga dilakukan penyerahan alsintan kegiatan pengembangan program Taxi Alsintan yang diperoleh melalui KUR kerja sama BNI dan BRI dengan PT Corin Mulia Gemilang. Alsintan yang diserahkan berupa Combine Harvester sebanyak 6 unit dan traktor roda empat tipe crawler 1 unit kepada petani penerima KUR Alsintan dari Kabupaten Lamongan, Ponorogo, dan Madiun.

Baca Juga: Kementan Kembali Genjot Realisasi Program KUR Taxi Alsintan di Jawa Timur
Terhimpit Ekonomi, Ibu Jadi Buruh Tani dan Sulung Asuh Adik Sambil Sekolah

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi menyebut sektor pertanian di wilayahnya tumbuh positif meski di tengah pandemi. Hal tersebut terlihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) Lamongan naik tipis 2 persen dari 104,84 di 2020 menjadi 106,81 di 2021. Naiknya NTP mengisyaratkan kesejahteraan petani Lamongan semakin meningkat, apalagi saat ini dibarengi dengan kenaikan harga gabah kering giling yang terjadi saat ini. 

"Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah daerah di antaranya pemberian bantuan alat pertanian modern, subsidi pupuk hingga pengentasan hama tikus yang menjadi momok petani Lamongan," kata Yuhronur.

Video terkini:

Video Terkait