Inspiratif! Mahasiswa di Kediri Dirikan Bimbingan Belajar Gratis Bagi Anak Petani dan Buruh Tani

Bimbingan gratis Pelita Ilmu bagi puluhan anak-anak petani serta buruh tani. (Sariagri/Arif L)

Editor: Reza P - Jumat, 11 Februari 2022 | 12:40 WIB

Sariagri - Sekelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mendirikan bimbingan belajar gratis Pelita Ilmu bagi puluhan anak-anak petani serta buruh tani setempat. 

Memanfaatkan ruang posyandu Melati Dusun Krajan, Desa Mangunrejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, bimbingan belajar diikuti peserta belajar sebanyak 30 anak jenjang usia Sekolah Dasar dan SMP.

Pendiri bimbel Pelita Ilmu, Kaustar Ali mengatakan kegiatan sosial ini didirikan atas keprihatinan mahasiswa menemukan banyak anak-anak petani dan buruh tani yang kesulitan dalam mengakses bimbingan belajar tambahan karena faktor ekonomi orang tua mereka di tengah pandemi covid-19.

“Bimbingan belajar gratis ini, didirikan sejak satu tahun lalu atas keprihatinan mahasiswa yang menemukan anak-anak kesulitan mengakses lembaga bimbingan tambahan diluar sekolah. Hal ini lantaran anak-anak desa ini orang tuanya berprofesi sebagai petani dan buruh tani yang ekonominya rendah,” ujar Pendiri bimbel Pelita Ilmu, Kaustar Ali kepada Sariagri, Jumat (11/2).

Ia menambahkan ada sebanyak 6 orang mahasiswa yang bergiliran menjadi tenaga guru bimbingan belajar bagi anak-anak di desa Mangunrejo. Bidang studi yang diajarkan yakni matematika dan bahasa inggris.

Anak petani datang ke bimbingan belajar gratis Pelita Ilmu. (Sariagri/Arif L)
Anak petani datang ke bimbingan belajar gratis Pelita Ilmu. (Sariagri/Arif L)

“Kita tahu matematika dan bahasa inggris menjadi bidang studi yang cukup berat bagi pengetahuan anak-anak petani. Materinya sudah disiapkan disesuaikan dengan keseharian mereka, seperti air, hewan, ternak dalam bahasa inggris dan hitungan jual beli pertanian atau peternakan,” bebernya.

Kaustar Ali menjelaskan kelas bimbingan belajar gratis diberikan setiap seminggu sekali, yang digelar di akhir.

“Karena masih dalam situasi pandemic, maka kelas bimbel gratis sementara kami buka di akhir pekan setiap seminggu sekali. Nanti jika pandemic telah berakhir akan kami tingkatkan seminggu pertemuan 2 kali atau 2 kali,” terangnya.

Para peserta menyambut senang dengan kegiatan bimbingan belajar gratis ini. selain menyenangkan juga banyak mengenal teman dari berbagai sekolah.

“Senang bisa dapat belajar gratis terutama matematika dan bahasa inggris. Selain menyenangkan juga banyak teman, bisa kenal anak petani dari berbagai sekolah lainnya,” aku salah seorang peserta bimbel gratis, Sonja Maina Nur Rohma.

Ia mengatakan karena orang tuanya hanya bekerja sebagai buruh tani, ia tidak mampu mencari tambahan belajar di tempat lain.

“Di tempat lain bimbelnya bayar, sementara orang  tau saya kurang mampu. Tidak ada biaya buat bayar bimbel,” ungkapnya.

Baca Juga: Inspiratif! Mahasiswa di Kediri Dirikan Bimbingan Belajar Gratis Bagi Anak Petani dan Buruh Tani
Kenapa Pestisida Berbahaya? Ini Penjelasannya

Ke depan para mahasiswa ini berharap ada penambahan tenaga pengajar dan fasilitas pendukung bimbingan belajar sehingga bisa menarik perhatian anak-anak desa lainnya.

“Saya berharap ada penambahan volunter atau relawan untuk tenaga pengajar. Termasuk kami membuka tangan untuk bantuan alat belajar agar makin banyak anak-anak yang datang dari keluarga kurang mampu untuk masuk mendapat tambahan pelajaran dengan baik di sini,” tandas Kaustar Ali.