Hutan Bambu Menyusut, Taiwan Tingkatkan Perlindungan Katak Pohon

Katak hijau (Rhacophorus arvalis).(wikimedia)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 8 Februari 2022 | 12:30 WIB

Sariagri - Biro Kehutanan Taiwan meningkatkan dukungan kepada petani rebung untuk melindungi katak pohon, endemik terancam punah karena hilangnya tanaman bambu yang menjadi habitatnya.

Wakil Direktur Kantor Distrik Hutan Chiayi Lee Ting-chung seperti dilansir Taipei Times, optimistis memberi label konservasi hijau pada rebung Oldham – makanan lezat di banyak masakan Asia – akan membantu petani memelihara rumpun bambu habitat katak pohon.

Dikenal sebagai katak pohon hijau (Rhacophorus arvalis), amfibi endemik ini hidup di hutan bambu dan kebun buah-buahan. Hewan ini hanya berkembang biak di lingkungan yang tidak tercemar dengan paparan sinar matahari terbatas, tanah subur, akses ke air dan sedikit aktivitas manusia.

Di Taiwan, katak hanya ditemukan di Distrik Yunlin, Chiayi dan Tainan. Di Chiayi, katak hijau hidup di rumpun bambu yang juga berfungsi sebagai lahan pertanian utama rebung Oldham.

Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan rebung Oldham turun secara signifikan yang berimbas pada penurunan harga. Melihat kondisi ini, sejumlah pemilik hutan bambu mengubah lahan mereka menjadi ladang nanas untuk meningkatkan pendapatan.

Akibatnya luasan habitat alami katak hijau semakin menyusut. Padahal hewan itu masuk di daftar Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam dan Sumber Daya Alam dengan status terancam punah. Katak hijau juga diklasifikasikan sebagai spesies dilindungi di Taiwan.

Di masa lalu, Biro Kesehatan telah mencoba menggunakan subsidi untuk memberi insentif kepada pertani rebung untuk mempertahankan habitat katak hijau, tetapi kurang berhasil.

Lee mengatakan pihaknya mempertimbangkan untuk menetapkan area tempat katak hijau hidup sebagai zona konservasi satwa liar, tetapi kurang tpraktis, karena habitat amfibi mencakup area pedesaan cukup luas. Dengan label konservasi, kantor itu berupaya mempromosikan tanaman bambu dan meningkatkan nilai pasarnya.

Label itu mengarah pada pengelolaan bebas pestisida dan ramah lingkungan, di mana rebung ditanam dan bagaimana hutan berfungsi sebagai habitat katak pohon hijau. Lee berharap ini akan menjadikan makanan dari rebung lebih populer di kalangan profesional industri makanan dan konsumen.

Baca Juga: Hutan Bambu Menyusut, Taiwan Tingkatkan Perlindungan Katak Pohon
Lampion Kerangka Bambu Apus Tembus Pasar Italia, Raup Cuan Rp70 Juta Sekali Kirim



Strategi baru dirancang akhir tahun lalu bekerja sama dengan perusahaan konsultan ekosistem. Puncak dari proyek yang telah dimulai sejak 2018 itu akan ditandai dengan peluncuran secara resmi label konservasi, akhir tahun ini.

Biro dan konsultan berusaha mengembangkan program yang didedikasikan untuk memelihara pertanian rebung dan habitat katak pohon. Program ini diharapkan mendorong petani untuk memelihara “kebun bebas racun” yang cocok untuk habitat katak. 

Video:

Video Terkait