Naik 109 Persen, Nilai Ekspor Pertanian Sulut Tembus Rp5,8 Triliun

Ilustrasi Ekspor (Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 1 Februari 2022 | 19:25 WIB

Sariagri - Nilai ekspor pertanian Sulawesi Utara (Sulut) pada tahun 2021 mencapai Rp5,8 triliun. Angka itu naik 109 persen dibanding ekspor tahun 2020 yang sebesar Rp2,82 triliun.

Sebanyak 46 negara menjadi tujuan ekspor Sulut. Cina, Malaysia, Amerika Serikat, Belanda, India, Vietnam, Korea Selatan, Jerman, Spanyol dan Thailand menjadi yang terbanyak menyerap komoditas ekspor pertanian Sulut.

"Asia terbanyak menyerap ekspor pertanian dari daerah ini yakni 71,1 persen, diikuti Eropa 15,4 persen, Amerika 11,9 persen sementara Australia dan Oceania sebesar satu persen," ujar Kepala Balai Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan.

Kinerja ekspor Sulut mengalami peningkatan terindikasi dari banyaknya sertifikat karantina yang dikeluarkan. Sepanjang tahun 2020, sertifikat karantina yang dikeluarkan 35.636 sertifikat, sementara di tahun 2021 naik menjadi 56.024 atau bertambah 21 ribu lebih sertifikat.

"Ini salah satu yang tertinggi di Indonesia," katanya.

Meningkatnya sertifikasi karantina yang dikeluarkan, menurut dia, bisa disebabkan tiga kondisi yaitu perdagangan di Sulut meningkat selama pandemi COVID-19.

Baca Juga: Naik 109 Persen, Nilai Ekspor Pertanian Sulut Tembus Rp5,8 Triliun
Dobrak Penjualan Internasional, Ini Potensi Komoditas Petani Lampung

Selanjutnya, kepatuhan masyarakat melaporkan komoditas yang akan diekspor semakin tinggi, serta penguatan-penguatan layanan pengawasan di lapangan yang semakin kuat sehingga mengalami peningkatan besar ekspor pertanian.

Semakin banyaknya inovasi yang dilakukan serta sinergi positif yang terbangun dengan semua pemangku kepentingan di daerah ini akan mendorong peningkatan ekspor di tahun 2022.

Video terbaru:

Video Terkait