Tingkatkan Ketahanan Pangan, Cina Terbitkan Aturan Tanaman yang Disunting Gen

Ilustrasi padi. (Foto: Pixabay)

Editor: Dera - Jumat, 28 Januari 2022 | 18:45 WIB

Sariagri - Pemerintah Cina telah menerbitkan aturan percobaan tentang persetujuan tanaman yang disunting gen. Langkah itu membuka jalan untuk perbaikan tanaman yang lebih cepat, guna meningkatkan ketahanan pangan, seperti dilansir EuroNews.

Penyuntingan gen atau mengubah gen tanaman dipandang oleh beberapa ilmuwan kurang berisiko daripada memodifikasi genetik yang melibatkan transfer gen asing.

Pedoman baru yang diterbitkan oleh Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan Cina tersebut muncul di tengah serangkaian tindakan yang bertujuan merombak industri benih Cina.

Hal itu dipandang sebagai langkah untuk memastikan Cina dapat memberi makan populasi terbesar dunia. Beijing juga baru-baru ini mengeluarkan peraturan baru yang menetapkan jalur untuk persetujuan tanaman rekayasa genetika (GM).

Lembaga penelitian Cina telah menerbitkan lebih banyak penelitian tentang tanaman rekayasa gen yang berorientasi pasar dibanding negara lain. Ketepatan teknologi membuatnya lebih cepat daripada pemuliaan konvensional atau modifikasi genetik dan juga menurunkan biaya.

Regulasi juga tidak terlalu rumit di beberapa negara, seperti di Amerika Serikat, meskipun Uni Eropa masih mengkaji bagaimana mengatur teknologi itu.

“Ini benar-benar membuka pintu bagi pemuliaan tanaman. Langkah ini merupakan kesempatan tak terbatas untuk meningkatkan hasil panen dengan lebih tepat dan lebih efisien,” kata ketua perusahaan benih Origin Agritech, Han Gengchen.

Rancangan aturan yang dikeluarkan menetapkan bahwa setelah tanaman yang diedit gen menyelesaikan uji coba percontohan, sertifikat produksi dapat segera diterapkan tanpa melalui uji coba lapangan yang panjang.

Baca Juga: Tingkatkan Ketahanan Pangan, Cina Terbitkan Aturan Tanaman yang Disunting Gen
Simak, Ini Keuntungan Menggunakan Pot Tanah Liat ketika Berkebun

Kondisi itu berarti hanya butuh satu atau dua tahun untuk mendapatkan persetujuan tanaman yang diedit gen, dibandingkan sekitar enam tahun untuk tanaman rekayasa genetika.

Kantor berita Global Times melaporkan bahwa peneliti Cina telah menggunakan pengeditan gen untuk membuat biji selada yang kaya vitamin C dan beras tahan herbisida. Cina mengimpor sebagian besar benih sayurannya dan ingin mengurangi ketergantungannya pada pembiakan di luar negeri.

Video Terkait