Polisi Tangkap 2 Petani Penjual Pupuk Bersubsidi Ilegal, Kapolres: Ini Penyebab Pupuk Langka

Polisi amankan petani yang menjual pupuk subsidi ilegal. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 28 Januari 2022 | 18:00 WIB

Sariagri - Dua orang petani ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ponorogo, Jawa Timur, karena kedapatan menjual pupuk bersubsidi ilegal, sebanyak 11,45 ton. Kedua tersangka yakni Bagus Yudha Kristiawan (28 tahun) dan Bonadji (58 tahun), petani asal Dukuh Plosorejo, Desa Sidoharjo, Kecamatan Pulung, di Kabupaten Ponorogo.

Kapolres Ponorogo, AKBP Catur C Wibowo mengatakan, tersangka menjual pupuk bersubsidi kepada kelompok tani atau petani yang membutuhkan. Pupuk yang dijual merupakan jenis Ponska, urea dan Za. Tersangka menjual pupuk bersubsidi ilegal itu dengan harga Rp140.000 sampai Rp 180.000 per sak isi 50 kilogram.

Terungkapnya kasus ini berawal dari adanya informasi masyarakat di Desa Sidoharjo, Kecamatan Pulung, ada orang yang memperjualbelikan pupuk bersubsidi tanpa izin pihak yang berwenang.

Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya polisi berhasil menangkap kedua tersangka saat hendak bertransaksi di ruas jalan raya Ponorogo-Pulung.

“Modusnya tersangka mengangkut pupuk menggunakan mobil pickap dan ditawarkan kepada petani yang membutuhkan. Namun dalam sebelum sempat bertransaksi lebih dulu di gerebek anggota polisi,” beber Kapolres Ponorogo, AKBP Catur C Wibowo kepada Sariagri, Kamis (27/1/2022).

Dari hasil pemeriksaan intensif, diketahui kedua petani tersebut sudah berulang kali menjual pupuk bersubsidi ilegal. Penyidik kepolisian mencatat, setidaknya sudah ada 90 ton pupuk bersubsidi yang dibawa tersangka ke Ponorogo untuk dijual secara ilegal. Pupuk itu didapat para tersangka dari Madura.

"Aksi dua pelaku ini bukan sekali dua kali saja. Keduanya sudah sering melakukan transaksi ada sekitar 10 penjualan. Jika ditotal sudah hampir mencapai 90 ton pupuk bersubsidi yang masuk dan dibawa pelaku dari Madura untuk dijual di Ponorogo khususnya wilayah Pulung sejak Desember 2021,” terangnya.

Baca Juga: Polisi Tangkap 2 Petani Penjual Pupuk Bersubsidi Ilegal, Kapolres: Ini Penyebab Pupuk Langka
Pupuk Bersubsidi untuk Petani Langka, Polda NTB Turun Tangan

Akibat perbuatan kedua tersangka, imbuh Kapolres Ponorogo, pupuk bersubsidi yang merupakan pupuk bantuan dari pemerintah menjadi langka di sejumlah daerah. Kedua petani itu dijerat dengan Undang-undang Darurat Nomor 7 tahun 1955 tentang Pengusutan, Penuntutan dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi jo Pasal 30 ayat (3).

Para tersangka tersebut juga dikenai Pasal 21 ayat (2) PERMENDAG RI No :15/MDAG/PER/4/2013, tentang pengadaan dan penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk sektor Pertanian dengan ancaman denda Rp 100.000 dan penjara selama 2 tahun.

 

Video Terkait