Perdana, 320 Kg Bubuk Daun Kelor Asal Banten Diekspor ke Empat Negara

Sertifikasi bubuk daun kelor.(Barantan)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 27 Januari 2022 | 10:45 WIB

Sariagri - Sebanyak 320 kilogram bubuk daun kelor asal Banten dengan nilai ekonomis Rp14 juta disertifikasi Karantina Pertanian Cilegon untuk ekspor perdana tahun 2022 ke empat negara.

Setelah dilakukan rangkaian tindak karantina berupa pemeriksaan fisik dan lain sebagainya, bubuk daun kelor berhasil memenuhi persyaratan ekspor. Ke empat negara tujuan bubuk daun kelor asal Banten itu adalah Amerika Serikat, Republik Ceko, Jerman dan New Zealand.

"Di negara tujuan, komoditas yang dipercaya kaya nutrisi ini digunakan sebagai suplemen makanan. Dan kami sangat mengapresiasi bertambahnya ragam komoditas unggulan ekspor baru asal Banten," ujar Kepala Karantina Pertanian Cilegon, Arum Kusnila Dewi.

Arum mengatakan beberapa bulan terakhir banyak bermunculan komoditas ekspor baru yaitu kakao bubuk, gula tebu, beras ketan, cengkeh, jintan, kayu manis, kelapa parut, lada, palet kayu, serabut kelapa dan bungkil sawit.

Selain ragam komoditas ekspor baru, Arum melalui keterangan persnya, Rabu (26/1/2022) mengatakan pertumbuhan eksportir pertanian juga terus didorong, antara lain dengan membuka akses informasi dan pasar baru.

"Sejalan dengan kebijakan peningkatan ekspor pertanian, kami siap memberikan layanan 'karpet merah' bagi para eksportir pertanian," pungkasnya.

Sementara itu, Rani Dessy Karyani, pejabat analis karantina tumbuhan Cilegon mengatakan bubuk daun kelor dinyatakan sehat atau tidak ditemukan serangga hidup dan Organisme Penggangu Tumbuhan (OPT) lainnya. 

Bubuk daun kelor yang sudah diolah menjadi serbuk halus dikemas rapih menggunakan plastik dan box karton layak untuk diterbitkan Phytosanitary Certificate atau sertifikat kesehatan tumbuhan sebagai dokumen persyaratan ekspor.

Baca Juga: Perdana, 320 Kg Bubuk Daun Kelor Asal Banten Diekspor ke Empat Negara
Cerita Petani di Bantaran Kali Ciliwung Beralih dari Tanaman Konsumsi ke Bonsai

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang mengapresiasi munculnya ragam komoditas baru asal Banten, terlebih dalam bentuk yang telah diolah. Dia berharap agar produk pertanian yang akan diekspor tidak lagi berupa bahan mentah.

"Minimal setengah jadi, agar memberi nilai tambah untuk menambah kesejahteraan petani," katanya.

Untuk diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor pertanian di tahun 2021 masih menunjukkan tren positif. Nilai ekspor tahun 2021 tercatat Rp. 625,01 triliun atau meningkat 38,67% dibandingkan nilai ekspor tahun 2020 yang membukukan Rp. 451,7 triliun.

Video terkait:

Video Terkait