Bertani Sistem Mina Padi, Milenial Ini Ciptakan Objek Wisata di Tengah Sawah

Darwis (33 Tahun) petani milenial kembangkan sistem mina padi. (Tangkapan layar zoom Intani)

Editor: M Kautsar - Rabu, 26 Januari 2022 | 19:15 WIB

Sariagri - Seorang Petani Milenial asal Kindang, Bulukumba, Sulawesi Selatan ini sukses memanfaatkan lahan sawah yang ditanami padi untuk dijadikan sebagai destinasi wisata. Hal itu didukung dengan sistem mina padi yang digagasnya dan menarik minat banyak orang untuk berkunjung.

Darwis (33 tahun) menceritakan bahwa sistem mina padi yang dibuatnya sejak tahun 2017, kemudian dia mendapat usulan dari para pengunjung untuk membangung kafe dan lain sebagainya. Dikatakannya, mina padi yang gelutinya tersebut mendapat respon positif dari Dinas Kelautan dan Perikanan setempat dengan memberikan bantuan bibit dan pakan ikan air tawar.

“Mina padinya itu kita mulai rintis tahun 2017, kemudian kerja sama dengan Dinas Perikanan lewat penyuluh perikanan yang ada di kecamatan Kindang, kebetulan dia mau memberikan bantuan bibit dan pakannya, setelah itu terus berkembang,” ujarnya dalam webinar INTANI, Rabu (26/1).

Darwis menjelaskan bahwa ikan yang diberikan oleh dinas pada sistem mina padi miliknya saat itu berupa ikan nila. Dengan sistem sawah irigasi, kata dia, serta daerah yang dekat dengan mata air memungkinkan untuk mengembangkan sistem tersebut.

“Kita di sini irigasi, melimpah airnya, musim kemarau tetap airnya itu melimpah karena kita kebetulan di sini dekat dengan mata air dan sungai-sungai yang besar,” jelasnya.

Dia mengungkapkan waktu yang tepat memasukkan bibit ikan pada lahan sawah dengan sistem mina padi yaitu ketika 25 hari setelah padi ditanam. “Pengalaman saya di sini sesuai juga petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh penyuluh perikanan penaburan bibit ikan itu sendiri pada saat 25 hari setelah tanam padi,” ungkapnya.

Namun, lanjut dia, selama masa pandemi Covid-19 tidak ada bantuan benih ikan nila dari Dinas Perikanan untuk itu dia mengalihkan pengembangan budidaya ikan ke ikan koi pada sistem mina padi. “Karena melihat minat masyarakat pada budidaya ikan koi ini maka kami coba mengalihkan karena sementara ini untuk mendapatkan bibit nila agak susah, terutama untuk mendapat bantuan dari dinas perikanan,” katanya.

Baca Juga: Bertani Sistem Mina Padi, Milenial Ini Ciptakan Objek Wisata di Tengah Sawah
Ikuti Jejak Sang Ayah, Kisah Milenial Sukses Jadi Petani Kopi dengan Menyabet Pasar Internasional

Darwis menambahkan bahwa ikan nila yang dibudidayakannya cukup diminati oleh para pengunjung, mulai dari membeli olahan makan ikan nila hingga membeli ikan nila hidup. Namun, kata dia, setelah beralih ke ikan koi peminat ikan hias lebih banyak yang mencari ikan budidayanya.

“Di sini daya minatnya masyarakat (terhadap ikan koi) lumayan banyak artinya sangat berpotensi untuk dikembangkan di daerah kita,” tandasnya.

Video terkini:

Video Terkait