Milenial Ini Beberkan Keuntungan Bertani dengan Sistem Mina Padi

Darwis (33) petani milenial yang mengembangkan sistem mina padi. (Tangkapan layar zoom Intani)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 26 Januari 2022 | 15:20 WIB

Sariagri - Darwis (33) petani milenial asal Kindang, Bulukumba, Sulawesi Selatan membagikan pengalamannya dalam memelihara ikan koi di sawah dengan sistem mina. Menurut dia, memelihara ikan koi di sawah tergantung dari kondisi air. 

Dia menyarankan sebaiknya bibit ikan koi dimasukkan ke lahan sawah setelah pembibitan agar tidak mudah terserang penyakit.

“Sawah itu kalau kita mau tabur benih ikan nanti setelah pemupukan supaya anakan-anakan ikan koi tersebut tidak mudah terserang penyakit karena pengaruh kadar air itu sendiri,” ujarnya dalam webinar Intani, Rabu (26/1/2022).

Pemiliki Cafe Sawah Baturapa itu mengatakan ketika pemupukan, padi yang akan digunakan untuk membudidayakan ikan harus dikurangi dosis penggunaan pupuk kimia, pestisida dan lain-lain.

“Pemupukan padi tersebut dilakukan dengan mengurangi pemakaian pupuk kimia kalau kita pelihara ikan, terutama pestisida dikurangi dosisnya,” katanya.

Darwis menyebutkan salah satu sisi positif dari pengembangan sawah dengan sistem mina padi adalah menghindari hama tikus dan mengurangi pestisida. Selain itu, lanjut dia, penggunaan pupuk pada tanaman padi juga akan berkurang.

“Pemakaian pupuk organik dan kimia yang berlebihan juga akan berpengaruh pada hasil panen, selain itu juga akan berpengaruh pada ikan,” tandasnya.

Darwis membeberkan keuntungan yang diperoleh dari sistem mina padi. Selain hasil panen berupa padi, keuntungan lainnya dari hasil penjualan ikan. Sedangkan keuntungan menjadi petani dengan sistem mina padi adalah mengurangi biaya pemupukan dan lain-lain.

“Kita dapat dari hasil sawah berupa padi, nilai ekonomi penjualan budidaya ikan juga kita dapat, kemudian keuntungannya kita sebagai petani mengurangi biaya-biaya pemupukan,” terangnya.

Baca Juga: Milenial Ini Beberkan Keuntungan Bertani dengan Sistem Mina Padi
Modal Awal Rp250 Ribu, Milenial Ini Sukses Usaha Pembibitan Gurame Kantongi Omzet Rp50 juta

Dia menambahkan ketika akan memanen padi, ikan bisa diambil atau dipindahkan 10 hari sebelumnya. Pilihan lainnya, ikan dibiarkan saja sampai padi dipanen. Setelah itu ikan dipanen ketika akan membajak sawah untuk musim tanam  berikutnya.

“Pengalaman saya di sini kalau ikan nila itu kita biarkan tidak jadi masalah, ikannya tetap di sawah padinya kita ambil. Nanti setelah mau bajak sawah selanjutnya baru kita angkat semua ikan-ikan yang ada di sawah,” pungkasnya.\

Video terkait:

Video Terkait