Diguyur Hujan, Ratusan Petak Lahan Pertanian Rusak

Tebing Sungai Mekuris yang longsor hingga meresahkan petani berada di Dusun Dungmas, Desa Kedungrejo, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro. (Foto Sariagri/Arief L)

Editor: M Kautsar - Selasa, 25 Januari 2022 | 06:00 WIB

Sariagri - Curah hujan tinggi selama sepekan terakhir, mengakibatkan lahan tanaman produktif yang ada di sepanjang tebing sungai mekuris di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengalami longsor.

Tak hanya merusak lahan milik petani, kondisi ini juga mengancam pemukiman warga yang ada disekitarnya. Bahkan, titik longsor ini telah menggerus pondasi dan teras sejumlah rumah warga. 

Tebing Sungai Mekuris yang longsor hingga meresahkan petani berada di Dusun Dungmas, Desa Kedungrejo, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro.

Perangkat Desa Kedungrejo, Bambang Agus mengatakan curah hujan tinggi dalam sepekan terakhir membuat tebing sungai yang berdekatan dengan lahan petani dan rumah warga  mengalami longsor sepanjang lebih dari 70 meter. 

“Terjadi longsor atau patahan sliding selebar 2,5 meter di tebing sungai mekuris sepanjang 70 meter.  Akibatnya ratusan petak lahan milik petani terancam gagal panen karena rusak. Seperti lahan pisang, jagung dan tanaman buah produktif lainnya seperti mangga, jambu dan pepaya,” kata Bambang kepada Sariagri, Senin (24/1).

Tak hanya merusak lahan pertanian, imbuhnya, sejumlah pondasi rumah warga juga terancam longsor. Bahkan, beberapa teras dan halaman rumah warga sebagian sudah amblas akibat tergerus longsor.

“Longsornya tebing sungai ini, setidaknya mengancam tiga rumah warga, masing-masing milik Arbain, Suhadak, dan Rokhani. Sebab jarak rumah ketiga warga ini sangat dekat dengan sungai,” kata dia.

Adapun yang paling parah adalah rumah milik Arbain, yakni bagian depan rumah telah menggantung lantaran bagian bawah pondasi rumah telah amblas tergerus air. Selain itu ratusan tanaman pisang miliknya rusak tak bisa diselamatkan.

“Pak Arbain ini paling merana dan gigit jari, sebab pondasi rumahnya amblas tergerus air dan lahan pisang miliknya juga rusak akibat longsor ke sungai,” kata dia.

Atas kondisi ini,  para pemilik rumah telah diminta untuk mengosongkan rumahnya,  terutama saat terjadi hujan deras maupun ketika malam hari. “Kami minta rumah ketiga warga tersebut dikosongkan. Hal ini dilakukan demi keselamatan mereka dari ancaman longsor yang lebih parah atau hal-hal yang tak diinginkan,” ucapnya.

Untuk sementara, imbuhnya, tiga keluarga yang rumahnya terancam longsor ini akan ditampung di rumah kerabat terdekat. Selain dilakukan penanganan darurat di titik longsor, pemerintah desa juga berencana melakukan relokasi beberapa rumah rawan longsor lainnya ke tempat yang aman.

Baca Juga: Diguyur Hujan, Ratusan Petak Lahan Pertanian Rusak
Penyaluran KUR Pertanian dan Belanja Keuangan Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

“Kalau lahan pertanian belum waktunya panen terpaksa ditebang seperti jagung batangnya buat pakan ternak, singkong langsung dijebol dan pisang sudah pasti mati gak bisa diselamatkan. Untuk kerugian sedang kami data,” tuturnya.

Semetara untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, pemerintah desa bersama BPBD Bojonegoro melakukan penanganan darurat dengan cara memasang terpal, bronjong kawat serta potongan bambu di sepanjang titik yang mengalami longsor.  “Agar longsor sliding lahan setinggi 2 meter ini tidak semakin meluas dan makin parah kami upayakan pemasangan terpal, bronjong kawat serta potongan bambu di sepanjang titik yang mengalami longsor,” tandas Bambang.

Video terkini:

Video Terkait