Alami Kerugian Panen, Negara Ini Minta Hibah Beras dari Cina

Ilustrasi beras (Pixabay)

Editor: M Kautsar - Minggu, 23 Januari 2022 | 20:30 WIB

Sariagri - Pemerintah Sri Lanka meminta satu juta ton beras sebagai hibah dari Pemerintah Cina agar dapat mengatasi kerugian panen selama musim tanam utama akibat larangan penggunaan pupuk kimia.

Menteri Perdagangan Bandula Gunewardena mengatakan sumbangan itu disampaikan dalam pertemuan virtual dengan duta besar Cina untuk Kolombo, seperti dilansir dari laman economynext.

Responnya sangat positif dari Cina, kata Menteri Gunewardene kepada televisi ITN yang dikelola pemerintah.

Gunewardene menjelaskan bahwa pihaknya meminta hibah satu juta metrik ton beras sebagai penghormatan atas kesepakatan tiga dekade yang berlangsung tanpa perubahan dalam berbagai masa pemerintahan.

Satu juta ton beras bernilai antara 350 hingga 500 juta dolar (sekitar Rp5 triliun hingga Rp7 triliun) dengan harga pasar saat ini untuk kelas beras Indica. Musim tanam utama di Sri Lanka yang berakhir sekitar bulan Maret diharapkan menghasilkan sekitar 2,5 juta metrik ton padi.

Sekitar 1,9 juta ton beras giling cukup untuk digunakan selama lebih dari 9 bulan, dengan sekitar 195 ribu metrik ton per bulan. Namun, hasil panen dapat turun menjadi sekitar 1,5 juta ton jika terjadi kekeringan.

Kabinet menteri Sri Lanka telah melonggarkan kontrol impor untuk mengizinkan 300 ribu metrik ton beras asal India.

Sebelumnya, Presiden Rajapaksa mengatakan bahwa pemerintahnya akan membeli padi seharga 75 rupee (sekitar Rp5.307) per kilo untuk menutupi kerugian panen sebesar 30 persen sebagai bagian dari 'paket bantuan' 220 miliar rupee (sekitar Rp15,6 triliun).

Harga beras di tingkat petani Sri Lanka sekitar 50 hingga 60 rupee (sekitar Rp3.538—Rp4.245). Namun, para penggilingan menyebut harga beras telah melonjak menjadi sekitar 95 rupee (sekitar Rp6.722) pada awal musim panen ini.

Baca Juga: Alami Kerugian Panen, Negara Ini Minta Hibah Beras dari Cina
Di Negara Ini Cina Bangun Fasilitas Penyimpanan dan Pengeringan Beras Kapasitas Besar

Harga beras giling eceran Sri Lanka saat ini antara 130 hingga 150 rupee (sekitar Rp9.199—Ro10.614), tergantung grade-nya.

Sri Lanka sebelumnya melarang impor beras untuk menjaga harga domestik tetap tinggi dan memberikan keuntungan kepada penggilingan beras. Namun, upaya itu gagal mengendalikan harga dan menciptakan kekurangan.

Video terkini:

Video Terkait