Walang Sangit, Musuh Berbau yang Kerap Menyerang Tanaman Padi

Ilustrasi Padi. (Unsplash/Sergio Camalich)

Penulis: Dera, Editor: Nazarudin - Sabtu, 22 Januari 2022 | 12:00 WIB

Sariagri - Walang sangit merupakan hama atau serangga pengganggu yang kerap merusak dan menyerang tanaman padi. Biasanya, serangan hama ini terjadi saat tanaman padi memasuki fase generatif (pembungaan) sampai fase matang susu. 

Hama ini wajib diwaspadai, karena mereka bisa sangat merusak tanaman dengan cara menghisap cairan tangkai bunga serta bulir padi, sehingga membuat kualitas gabah dan produktivitas menurun. Bahkan, kualitas beras yang dihasilkan pun menjadi buruk dan berubah warna. 

Adapun ciri khas lain dari hama ini yaitu baunya yang menyengat, di mana bau tersebut merupakan bentuk pertahanan diri dari ancaman predator. 

Gejala serangan dan cara walang sangit menyesuaikan diri

Serangga ini bisa menghasilkan ratusan telur yang diletakan di bagian atas daun tanaman padi. Di mana telur yang menetas nantinya akan menjadi nimfa dan bergerak menuju malai untuk mencari bulir padi yang sedang stadia masak susu.

Kemudian, nimfa walang sangit yang berwarna hijau secara perlahan akan berubah warna menjadi cokelat. Nimfa akan terus bergerak dari satu bulir ke bulir padi yang lain untuk dimakan.

Melansir lampung.litbang. pertanian.go.id serangga perusak tanaman ini biasanya akan bersembunyi di bawah kanopi tanaman saat siang hari, sedangkan pada pagi dan sore hari akan lebih banyak terbang dari satu tempat ke tempat lainnya. 

Lalu, bagaimana cara mengendalikannya?

1. Sanitasi lingkungan

Guna mencegah kerugian yang terjadi akibat serangan hama ini, maka petani harus membersihkan areal pertanian padi atau sanitasi lingkungan. 

Pasalnya, rerumputan merupakan salah satu inang hama ini. Oleh karena itu, penting untuk membersihkan gulma agar hama tidak dapat berkembang biak maupun bertahan hidup. 

2. Pengendalian dengan kultur teknis

Kultur teknis merupakan teknik menanam padi secara serempak dalam satu lahan pertanian. Cara ini dinilai lumayan efektif dalam meminimalisir serangan hama. Semakin sedikit selisih waktu tanam akan semakin baik, karena penanaman secara serentak membuat populasi serangga pengganggu semakin kecil.

3. Pengendalian secara biologi

Adapun pengendalian biologi dilakukan dengan agens hayati, yaitu memanfaatkan parasitoid dan jamur, salah satunya adalah jamur Beauviria bassiana dan Metharizum sp.

Jamur Beauviria bassiana ini bisa menyerang kulit serangga sehingga membuat mereka terinfeksi dan membentuk lapisan putih hingga menyebabkan kematian. Jamur Beauviria bassiana ini mudah ditemukan dan dijual di toko pertanian. 

4. Pengendalian dengan perangkap

Untuk membuat perangkap serangga ini, kamu bisa menggunakan bangkai keong mas, kepiting, rajungan, ikan, kotoran ayam atau daging busuk. Hama ini memang dikenal tertarik dengan bau bangkai atau bau busuk. Nah, ketika mereka terperangkap jebakan tersebut, disitulah petani bisa memusnahkannya. 

Sobat Agri hanya perlu meletakkan bangkai pada tonggak kayu di tepi sawah. Hama penganggu itu akan tertarik untuk menghisap cairan bangkai tersebut, setelah terkumpul hama pun bisa dimusnahkan. Agar lebih efektif, perangkap dipasang ketika tanaman padi memasuki fase berbunga sampai masak susu.

5. Pengendalian secara kimiawi

Pengendalian secara kimiawi adalah pengendalian yang menggunakan penyemprotan insektisida kimia. Pengendalian menggunakan insektisida kimia dapat dilakukan jika populasi hama berada pada ambang kendali yaitu 6 ekor/m2.

Penyemprotan secara kimia ini sebaiknya dilakukan ketika hama aktif, yaitu pada pagi hari dan sore hari. Selain itu, penyemprotan dilakukan menjelang tanaman padi memasuki stadia berbunga dan setelah memasuki stadia masak susu.

Baca Juga: Walang Sangit, Musuh Berbau yang Kerap Menyerang Tanaman Padi
Catat! Begini Cara yang Paling Efektif Mengusir Hama Kutu Putih pada Tanaman Mangga

Kamu gak perlu khawatir, karena saat ini banyak jenis insektisida yang dapat digunakan untuk mengendalikannya, contohnya saja  insektisida yang berbahan aktif fipronil, MIPC, BPMC, propoksur atau metolkarb. Namun alangkah baiknya kamu menghindari penggunaan insektisida yang berbentuk butiran seperti karbofuran, karena sangat berbahaya bagi manusia maupun lingkungan

Daun Walang Sangit

Namun tahukah Sobat Agri, jika walang sangit ternyata tidak hanya sebutan untuk serangga hama saja loh, melainkan juga ada tanamannya. Misalnya saja daun walang sangit yang ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan, seperti menghilangkan bau badan, mencegah penuaan dini, menjaga kekuatan tulang dan lainnya. Takjubnya lagi, tanaman ini mampu menetralkan racun atau toksin dalam tubuh. Racun tersebut akan keluar saat buang air kecil.

Video Terkait