Sumsel Targetkan Poduksi 2,9 Juta Ton GKG pada 2022, Ini Pertimbangannya

Ilustrasi - Tanaman padi.(commons wikimedia)

Editor: Arif Sodhiq - Jumat, 21 Januari 2022 | 18:30 WIB

Sariagri - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menargetkan produksi Gabah Kering Giling (GKG) 2,9 juta ton pada 2022.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel R Bambang Pramono, target itu terbilang realistis karena tahun ini masih dipengaruhi fenomena La Nina, dengan peningkatan curah hujan.

Sumsel memiliki total areal persawahan seluas 470.603 hektare yang 72 persen merupakan lahan rawa meliputi lahan pasang surut dan lebak.

“Curah hujan yang tinggi dalam dua tahun terakhir membuat petani terpaksa menggeser musim tanamnya, dari biasanya April-Mei-Juni menjadi mundur ke Juli-Agustus untuk lahan lebak,” ujarnya, Jumat (21/1/2022).

Selain itu petani kesulitan untuk bisa menerapkan penanaman dua kali dalam tahun. Artinya, dalam periode 2021-2022, petani kehilangan satu musim tanam, dari seharusnya empat kali menjadi tiga kali karena adanya pengaruh cuaca.

Kondisi ini terjadi untuk lahan lebak dangkal, sedangkan untuk lahan lebak tengah dan lebak dalam maka secara otomatis petani tidak bisa menanam padi.

Atas pengaruh cuaca itu, Pemprov Sumsel menilai harus menurunkan target produksi GKG karena pada 2021 sempat menargetkan 3,1 juta ton GKG. Penurunan target juga berkaca pada capaian produksi Sumsel tahun 2021 yaitu 2,6 juta ton GKG dari 2,7 juta ton GKG tahun 2020.

Namun di tengah penurunan produksi itu, petani di Sumsel justru mampu meningkatkan produktivitas yaitu dari biasanya di bawah 5 ton GKG per hektare menjadi 5,2 ton GKG per hektare.

“Memang masih di bawah angka nasional 5,3 ton per hektare, tapi ini sudah capaian luar biasa karena Sumsel bisa melewati angka psikologis 5 ton GKG per hektare,” kata Bambang.

Sementara itu, lahan persawahan seluas 2.773 hektare di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terancam fuso (gagal panen) akibat terendam banjir selama beberapa hari.

Baca Juga: Sumsel Targetkan Poduksi 2,9 Juta Ton GKG pada 2022, Ini Pertimbangannya
Produksi Lebih Besar, Budidaya Tanam Padi Apung di Daerah Ini Dilanjutkan pada 2022

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Tanaman Pangan Holtikultura (DKPTH) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Indesi Karyanto mengatakan Pemkab mengupayakan bantuan benih dari Cadangan Benih Nasional (CBN) untuk membantu para petani yang lahannya terdampak banjir.

CBN adalah benih tanaman pangan yang diperuntukkan untuk kebutuhan mendesak seperti adanya bencana alam yang menyebabkan pertanian mengalami gagal panen atau puso.

"Kami akan usulkan ke pemprov atau ke Kementan," katanya.

Video:

Video Terkait