Polres Nganjuk Bongkar Penyalahgunaan 113 Ton Pupuk Bersubsidi

Jajaran Satreskrim Polres Nganjuk, Jawa Timur membongkar penyalahgunaan pupuk bersubsidi.(Sariagri/Arief L)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 20 Januari 2022 | 19:35 WIB

Sariagri.id - Jajaran Satreskrim Polres Nganjuk, Jawa Timur membongkar penyalahgunaan pupuk bersubsidi yang menyebabkan kelangkaan pupuk di wilayah itu. Terbongkarnya kasus itu berawal dari laporan petani terkait kelangkaan pupuk yang ditindaklanjuti jajaran Kepolisian Resor Nganjuk.

Polisi kemudian mengamankan tiga tersangka dengan barang bukti berupa pupuk bersubsidi sebanyak 113 ton di dua tempat berbeda.

“Kami berhasil mengamankan barang bukti pupuk bersubsidi di dua TKP yakni pertama di Tanjung Anom sebanyak 4 ton dan kedua diamankan truk mengangkut 9 ton pupuk subsidi. Dari truk ini kami kembangkan dan didapati 100 ton di sembunyikan dalam sebuah gudang di Kabupaten Ngawi. Total barang bukti 113 ton dari tangan tiga tersangka,“ ujar Kapolres Nganjuk, AKBP Boy Jeckson kepada Sariagri.id, Kamis (20/1/22).

Dikatakan Kapolres, modus tersangka yaitu menjual pupuk bersubsidi kepada bukan anggota Kelompok Tani yang sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Kapolres menjelaskan kronologis pengungkapan kasus itu. Pada 6 Januari 2022 polisi mengamankan tersangka R, pemilik kios yang menjual pupuk urea dan NPK Phonska tidak sesuai peruntukan di Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk.

“Dari gudang milik tersangka R, anggota kami berhasil mengamankan barang bukti 4 ton pupuk bersubsidi,” kata Kapolres.

Polisi kemudian melakukan pengembangan dan mendapati truk bernopol S 8416 UZ yang dikemudikan tersangka HNP. Dari dalam truk itu, polisi menemukan barang bukti 9 ton pupuk bersubsidi.

“Pupuk itu dibawa menggunakan truk oleh tersangka HNP dari Kabupaten Ngawi menuju Nganjuk. Pupuk sebanyak 9 ton itu sudah dipesan tersangka L, warga Desa Sukomoro-Nganjuk. Dari pengembangan ini kami temukan gudang tempat menyimpan barang bukti 100 ton pupuk urea, Za, Phonska dan SP36,” kata Kapolres.

Pemerintah Kabupaten Nganjuk memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang telah membongkar penyalahgunaan pupuk bersubsidi. Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan selama ini kesulitan pupuk menjadi pemasalahan berulang setiap tahun dan sulit diungkap.

Baca Juga: Polres Nganjuk Bongkar Penyalahgunaan 113 Ton Pupuk Bersubsidi
Viral, Puluhan Petani di Bima Rebutan Pupuk Subsidi hingga Truk Pengangkut Diblokade

“Ini sebetulnya persoalan klasik dari sejak dulu, petani selalu mengeluhkan pupuk langka. Kalau pun ada pupuk harganya sangat mahal. Ini sangat merugikan dan Alhamdulillah jajaran kepolisian kini telah berhasil membongkar kasus penyimpangan pupuk bersubsidi yang selama ini meresahkan para petani, karenanya kami sangat mengapresiasi,” tandasnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Undang-undang Darurat Nomor 7 Tahun 1955 tentang Pengusutan, Penuntutan dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi pasal ayat 6 dan Permendag RI Nomor 15 Tahun 2013 pasal 21 ayat 2 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian dengan ancaman maksimal dua tahun penjara.

Video:

Video Terkait