Sempat Terlupakan, Ini Alat Pertanian Tradisional Indonesia yang Masih Digunakan Hingga Kini

Ilustrasi alat pertanian (Pixabay).

Penulis: Gloria, Editor: Dera - Kamis, 20 Januari 2022 | 19:30 WIB

Sariagri - Bertani tentu membutuhkan peralatan yang memadai sesuai dengan fungsinya. Di era modern ini telah banyak petani meninggalkan alat pertanian tradisional dan beralih ke mesin seperti traktor, rotavator, bajak singkal, bajak subsoil, garu sisir dan garu piring.

Meski demikian, tidak semua petani meninggalkan alat pertanian tradisional. Dilansir dari sejumlah sumber, petani biasa menggunakan alat tradisional untuk mengolah tanah, membabat rumput, memanen dan lainnya. Selain itu menggunakan alat pertanian tradisional dinilai lebih hemat.

Adapun sejumlah alat pertanian tradisional yang masih digunakan hingga saat ini adalah:

1. Cangkul atau pacul

Cangkul digunakan dalam proses pengolahan tanah lahan pertanian. Alat ini berfungsi untuk menggali atau meratakan tanah. Cangkul terbuat dari baja sehingga kuat dan berkualitas. Alat ini juga terbagi beberapa jenis seperti dhoran, tandhing, bawak dan langkir.

2.Sabit padi

Sabit padi digunakan untuk memanen hasil padi yang ditanam. Sabit ini digunakan ketika jelang panen.

3. Kampak pipa

Meskipun namanya kampak pipa, alat ini digunakan untuk memilah kayu. Ciri khas kampak ini adalah garannya yang merupakan pipa. Itulah kenapa alat ini disebut dengan kampak pipa.

4. Parang

Parang berfungsi sebagai alat membabat rumput yang ada di pematang sawah ataupun di perkebunan. Alat ini mudah dibawa dan membantu meringankan pekerjaan petani.

5. Ani-ani atau ketam

Alat ini berguna untuk proses pemanenan padi. Caranya dengan bulir padi akan dipotong satu per satu sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk proses pengerjaannya.

6. Garu

Garu merupakan alat untuk membajak sawah. Alat ini terbuat dari kayu jati, sono, angsana, laban dan berbagai kayu yang keras lainnya. Alat ini biasanya memanfaatkan tenaga hewan seperti kerbau, sapi dan kuda. Biasanya digunakan di ladang dan sawah berlumpur.

7. Gasruk

Gasruk atau disebut juga osrok merupakan alat yang digunakan untuk mencabuti rumput liar. Alat yang menyerupai bentuk setrika ini memiliki gigi-gigi yang berfungsi untuk mencabut rumput liar di sawah.

8. Penanam benih

Alat ini baisanya terbuat dari kayu dengan ujung dibentuk runcing. Menanam benih jadi lebih mudah dengan disentakan di tanah dan sedikit putaran tangan dapat membuat lubang untuk menaruh benih.

Baca Juga: Sempat Terlupakan, Ini Alat Pertanian Tradisional Indonesia yang Masih Digunakan Hingga Kini
Mengenal Pestisida, Pembasmi Hama yang Dukung Pertumbuhan Tanaman

9. Gerejeg atau gebotan

Gerejeg atau gebotan digunakan untuk merontokan bulir padi. Caranya dengan mengayunkan padi yang masih menyatu dengan batangnya ke meja atau rak peluruh bulir padi.

10. Penggaris sawah

Penggaris sawah berfungsi untuk memberi batas atau jarak di antara tanaman padi dengan membentuk persegi empat. Batas ini memudahkan petani daam proses menanam benih padi di setiap sudut garis.

Video Terkait