Mengenal Jenis-jenis Varietas Padi dari Kelebihan dan Kekurangannya

Varietas padi Inpari IR Nutri Zinc. (BBPADI)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 20 Januari 2022 | 16:15 WIB

Sariagri - Makanan pokok yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia adalah padi. Tanaman ini merupakan makanan yang dikonsumsi di Asia dan Amerika Selatan.

Padi yang nama ilmiah Oryza sativa L. adalah tanaman yang dibudidaya, meski ada juga yang merupakan padi liar. Padi diduga dimulai dari India atau Indocina, namun dibudidayakan di Indonesia sekitar 1500 SM.

Di negara agraris seperti China, India, Bangladesh, dan Indonesia, padi merupakan tanaman utama. Bahkan tanaman ini jadi penghasil sebagian besar makanan pokok konsumsi masyarakat.

Pengelompokan padi dibagi beberapa kategori yaitu varietas, tipe beras, dan metode budidaya.

Berikut ini Jenis-jenis varietas padi, kelebihan dan kekurangannya


1. Varietas padi hibrida

Varietas hibrida adalah varietas padi yang hanya sekali tanam. Kelebihannya yaitu potensi hasil panen yang maksimal. Untuk hasil panen dapat mencapai dua kali lipat dari padi lokal.

Butiran padi varietas hibrida yang dihasilkan lebih bagus, dengan kualitas nasi yang lebih pulen dan wangi.

Namun, varietas hibrida memiliki kelemahan, yaitu kualitas hasilnya akan berkurang jauh jika berasal dari tanaman turunannya. Artinya, padi harus berasal dari bibit original, karena apabila hasil panen kemudian ditanam ulang, hasil ini akan berbeda dengan bibit aslinya. Harga benih varietas hibrida termasuk yang termahal.

Jenis varietas padi hibrida antara lain Intani 1 dan 2, Rokan, SL 8 dan 11 SHS, Segera Anak, PP1, H1, Bernas Prima, SEMBADA B3, B5, B8 DAN B9, Long Ping (pusaka 1 dan 2), Adirasa-1, Adirasa-64, Hibrindo R-1, Hibrindo R-2, Manis-4 dan 5, Hipa4, Hipa 5 Ceva, Hipa 6 Jete, Hipa 7-10 11, MIKI 1-3, SL 8 SHS, SL 11 HSS dan Maro.

2. Varietas padi unggul

Varietas padi unggul berada satu tingkat di bawah varietas hibrida. Varietas ini dapat ditanam berkali-kali dengan kualitas yang sama. Artinya, hasil panen dari varietas padi unggul masih bisa dijadikan benih.

Harga benih padi unggul pun tidak semahal benih padi hibrida. Untuk hasil produksi pun padi unggul dapat dikatakan baik, dapat mencapai 8-10 ton per hektar.

Jenis padi unggul, jenis padi tahan wereng, jenis padi ciherang, jenis padi lokal, jenis padi hibrida, jenis padi gogo, jenis padi inpari, jenis padi berkualitas, jenis padi dan ciri cirinya, jenis padi yang paling enak.

Beberapa contoh varietas padi unggul antara lain adalah Inpara 1-8, Inpago 1-5, Inpari 1-21, Inpari 31, Inpari 33, Inpari 34 Salin Agritan, dan Inpari 35 Salin Agritan.

Varietas padi unggul pun ada juga yang dikembangkan dan dirilis oleh pemerintah, seperti Inpari 34 dan Inpari 35. Keunggulan varietas ini adalah ketahanannya terhadap hama wereng cokelat.

3. Varietas padi lokal

Varietas padi lokal merupakan varietas yang khusus berada di daerah tertentu. Padi lokal semacam ini hanya cocok ditanam di daerah tertentu saja, karena membutuhkan spesifikasi khusus untuk tumbuh dan memproduksi padi.

Jenis padi unggul, jenis padi tahan wereng, jenis padi ciherang, jenis padi lokal, jenis padi hibrida, jenis padi gogo, jenis padi inpari, jenis padi berkualitas, jenis padi dan ciri cirinya, jenis padi yang paling enak,

Padi lokal biasanya menghasilkan produksi sekitar 7-8 ton per hektar. Rasa beras dari padi lokal juga kurang enak. Jenis jenis padi lokal antara lain : Gropak (Kulon Progo), Indramayu, Dharma Ayu, Srimulih, Andel Jaran, Merong, Gundelan, Marong, Simenep, dan Ketan Lusi.

Video Terkait