Mengenal Pestisida, Pembasmi Hama yang Dukung Pertumbuhan Tanaman

Petani menyemprotkan pestisida untuk menghalau hama. (Foto: Sariagri/Arief L)

Editor: Tanti Malasari - Selasa, 18 Januari 2022 | 20:40 WIB

Sariagri - Pestisida berasal dari dua kata dalam bahasa inggris, yaitu pest yang berarti hama dan cida yang berarti pembunuh. Sehingga jika disimpulkan secara singkat, pestisida adalah pembunuh atau pembasmi hama. Bentuknya ada tiga, bisa berupa cair, padat dan aerosol.

Hama yang dimaksud disini sangat luas, seperti tungau, tumbuhan pengganggu, penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur, bakteria dan virus, nematoda atau cacing yang merusak akar, siput, tikus, burung dan hewan lain yang dianggap merugikan.

Jenis-jenis pestisida

Para ahli mengelompokkan pembasmi hama menjadi beberapa jenis. Pengelompokkan ini didasari pada jenis sasaran, bentuk fisik, bentuk formulasi, cara kerjanya, cara masuk, golongan senyawa, dan asal bahan aktifnya.

1. Akarisida

Sesuai dengan namanya, yang berasal dari kata akari yang artinya kutu atau tungau. Pestisida ini mengandung senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh tungau, caplak dan laba-laba pada tanaman.

2. Algasida

Penamaan ini berarti ganggang laut. Oleh karena itu, pembasmi hama ini memang berperan dalam membunuh dan mencegah tanaman pengganggu seperti alge pada tumbuhan petani.

3. Alvisida

Alvisida berasal bahasa Yunani, yang memiliki arti kata burung. Sesuai dengan penamaannya inilah dapat disimpulkan bahwa alvisida bermanfaat untuk membunuh maupun pencegah burung di sawah. Hal ini dikhusus bagi para petani, yang merasa dirugikan akibat kehadiran burung saat musim panen tiba.

4. Bakterisida

Ancaman membahayakan lainnya bisa disebabkan oleh bakteri. Bakteri ternyata membahayakan tanaman, sebab kehadirannya bisa menghambat pertumbuhan tanaman. Maka dari itu untuk membunuh dan memberantas bakteri ini diperlukan pemberian bakterisida. Senyawa di dalam pembasmi ini, mengandung bahan aktif beracun yang bisa membunuh bakteri.

5. Fungisida

Selain itu, jamur juga bisa mengancam kualitas hasil panen. Jika sudah begini, maka petani dapat menggunakan jenis fungisida. Pembasmi ini mengandung senyawa kimia beracun dan bisa digunakan untuk memberantas dan mencegah timbulnya jamur maupun cendawan.

6. Herbisida

Herbisida merupakan pembasmi hama berbahan kimia beracun yang digunakan untuk membunuh tumbuhan pengganggu yang disebut gulma. Dengan menggunakan herbisida secara rutin dalam waktu tertentu, maka bisa mencegah tanaman dari hama gulma, sehingga menjadi semakin produktif dan subur.

7. Insektisida

Jenis pembasmi hama yang satu ini paling terkenal di dunia pertanian. Pembasmi ini mengandung bahan senyawa kimia yang bisa mematikan semua jenis serangga. Dengan menggunakan pembasmi ini, maka petani juga bisa mencegah munculnya hama, sehingga tidak mengganggu kualitas tanaman.

8. Rodentisida

Rodenstisida adalah jenis pembasmi yang mengandung senyawa kimia beracun yang digunakan untuk mematikan berbagai jenis binatang pengerat, misalnya tikus.

9. Termisida

Termisida sendiri berasal dari kata Yunani yaitu termes, artinya serangga pelubang kayu. Pembasmi hama ini mengandung bahan kimia beracun untuk membunuh dan mencegah serangga pelubang kayu seperti rayap.

10. Nematisida

Dalam dunia pertanian, nematode juga tidak kalah merugikan bagi petani. Nematoda ini bisa dicegah dan diatasi dengan jenis pembasmi nematisida.

11. Ovisida

Ovisida berasal dari kata latin ovum berarti telur. Pembasmi ini berfungsi untuk merusak telur dari hama penyakit. Contohnya telur dari siput dan keong yang biasanya ada di areal persawahan.

12. Molluskisida

Pembasmi ini berasal dari bahasa Yunani yang berarti hewan lunak. Hewan ini meliputi siput, bekicot serta tripisan yang banyak dijumpai di tambak. Dengan menggunakan pembasmi molluskisida maka populasi hewan ini dapat dibasmi.

13. Piscisida

Siapa yang mengira bahwa ikan di persawahan ternyata bisa menjadi hama. Beberapa dari mereka bisa sangat mengganggu pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu kebanyakan petani menggunakan piscisida, untuk membasmi hama ini. Namun perlu diingat penggunaan pembasmi ini harus sesuai dengan kadarnya agar tidak mencemari perairan sekitarnya dan membunuh habitat ikan di area tersebut.

Baca Juga: Mengenal Pestisida, Pembasmi Hama yang Dukung Pertumbuhan Tanaman
Peneliti Temukan Tanaman yang Jadi Awal Mula Aktivitas Pertanian Manusia

Perbedaan pestisida dan insektisida

Pada dasarnya pestisida adalah sebutan umum yang digunakan untuk menyebutkan semua jenis racun hama. Jenisnya dikelompokkan berdasarkan organisme target, cara pembuatan, struktur kimia penyusun, dan cara kerja. Sementara insektisida adalah salah satu jenis dari pembasmi yang dikelompokkan berdasarkan organisme target sasaran, yaitu racun pembasmi untuk hama serangga.

Dampak negatif pestisida

Meski memberi manfaat dalam membasmi hama, namun penggunaan pembasmi juga menimbulkan banyak efek negatif yang merugikan, diantaranya adalah kematian musuh alami organisme pengganggu, keracunan pada ikan dan biota lainnya, kenaikan populasi pengganggu, menimbulkan resistensi, keracunan, residu hingga pencemaran lingkungan.

Video Terkait