1.800 Kilogram Benih Jagung Asal Thailand Positif Mengandung OPTK Dimusnahkan

Benih jagung asal Thailand sebelum dimusnahkan.(Barantan)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 13 Januari 2022 | 14:20 WIB

Sariagri - Petugas Karantina Pertanian Tanjung Priok memusnahkan 1.800 kilogram benih jagung manis asal Thailand. Pemusnahan dilakukan setelah benih itu dinyatakan positif mengandung Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) A2 golongan I, kelompok bakteri Pantoea stewartii subsp Stewartii

Koordinator Bidang Karantina Tumbuhan, Karantina Pertanian Tanjung Priok, Almen menjelaskan bakteri itu berasal dari tanaman jagung yang dapat menyerang seluruh stadia pertumbuhan tanaman.

"Bakteri Pantoea stewartii subsp Stewartii merupakan bakteri patogenik penting pada tanaman jagung yang akan menyerang pada seluruh stadia tanaman, sehingga kami bergerak cepat untuk memusnahkan benih tersebut," ujarnya seperti dikutip dari Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kamis (13/1/2022).

Hasil positif didapat setelah benih jagung manis diuji menggunakan Polymerase chain reaction (PCR) di Laboratorium Karantina Pertanian Tanjung Priok. Benih itu dimusnahkan dengan cara dibakar di dalam insinerator dengan suhu di atas 100 derajat celcius.

Untuk diketahui, berdasarkan permentan No 25 Tahun 2020 tentang Jenis Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), Pantoea stewartii subsp Stewartii termasuk OPTK Kategori A2 golongan I.

Baca Juga: 1.800 Kilogram Benih Jagung Asal Thailand Positif Mengandung OPTK Dimusnahkan
Cegah Kerugian, Kenali Penyebab Munculnya Penyakit Bulai pada Jagung

Meski sudah ada di Indonesia, namun tidak dapat dibebaskan dari media pembawa sehingga benih jagung manis itu harus dimusnahkan berdasarkan pasal 48 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019, tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Kepala Karantina Pertanian Tanjung Priok, Hasrul menegaskan pihaknya akan terus berkontribusi mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Salah satunya dengan mencegah masuknya OPTK ke wilayah NKRI.

Video:

Video Terkait