Tak Ingin Kalah Saing, Ini Strategi Cina Kembangkan Teknologi Pertanian

Ilustrasi Drone Pertanian. (Pixabay/ DJI-Agras)

Editor: Dera - Kamis, 13 Januari 2022 | 13:50 WIB

Sariagri - Cina tengah berusaha untuk meningkatkan kemampuan inovasinya dalam ilmu dan teknologi pertanian agar dapat menjaga keamanan pangan negara itu.

Negeri Tirai Bambu juga membutuhkan teknologi pertanian yang dikembangkan sendiri untuk mengurangi ketergantungan impor beberapa varietas tanaman, ternak, dan unggas.

Guna mencapai tujuan tersebut, Akademi Ilmu Pertanian Cina (Chinese Academy of Agricultural Sciences/CAAS) berupaya membuat terobosan yang dapat membantu meningkatkan hasil biji-bijian, mencapai swasembada tanaman penghasil minyak, dan meningkatkan pemanfaatan air irigasi, pupuk kimia, dan pestisida.

Presiden CAAS, Wu Kongming, mencatat bahwa Cina pada dasarnya telah “berdiri di atas kakinya sendiri” di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian, tetapi masih tertinggal di belakang beberapa negara maju.

Cina masih kekurangan pencapaian signifikan di bidang bioteknologi modern seperti seleksi genom, pengeditan gen, dan biologi sintetik.

Negara itu juga masih kurang dalam bidang teknologi informasi seperti Internet of Things, data besar, blockchain dan kecerdasan buatan, serta berbagai aplikasinya di bidang pertanian.

Selain itu, hasil panen biji-bijian Cina juga berada pada tingkat yang relatif rendah sehingga perlu memajukan penelitian teknis untuk meningkatkan hasil.

Jaga Ketahanan Pangan dengan Inovasi Teknologi Pertanian

Wu menyerukan upaya untuk membangun pusat inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian nasional, memperkuat inovasi asli dan mandiri, menjelajahi bidang perbatasan baru, serta mencapai penemuan ilmiah kelas dunia dan terobosan besar dalam teknologi utama.

CAAS akan fokus pada benih, lahan budidaya, mesin dan peralatan pertanian, keamanan hayati pertanian, serta mempromosikan uji coba industrialisasi transgenik. Berbagai langkah itu bertujuan untuk mendukung pembangunan berkualitas tinggi dengan sains dan teknologi canggih, sebagaimana diberitakan Xinhua.

Baca Juga: Tak Ingin Kalah Saing, Ini Strategi Cina Kembangkan Teknologi Pertanian
Cara Mauritania Lindungi Pertanian Akibat Terjadinya Perluasan Gurun Pasir

Wu juga menekankan penguatan kerja sama internasional, termasuk kerja sama Belt and Road, dalam ilmu dan teknologi pertanian.

CAAS akan mempercepat kerja sama internasional di bidang pencegahan dan pengendalian penyakit pada hewan dan tumbuhan, serta bioteknologi.

Video Terkait