Pemkab Bantu Benih Padi Bagi Petani Korban Banjir di Aceh Utara

Sawah masyarakat terendam banjir di Kabupaten Aceh Timur, Kamis (6/1/2021). (Antara/HO)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 13 Januari 2022 | 06:00 WIB

Sariagri - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara memberikan bantuan benih padi kepada puluhan petani korban banjir di wilayah itu. Bantuan 150 kilogram benih padi diberikan kepada 30 petani yang menjadi korban banjir pekan lalu.

"Bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban petani padi yang mengalami bencana alam banjir melanda Aceh Utara sepakan lalu," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara Erwandi di Aceh Utara, Rabu (12/1/2022).

Erwandi mengatakan bantuan benih padi diberikan secara bertahap di setiap kecamatan yang terdampak banjir. 

"Kami berharap bantuan benih padi ini bermanfaat bagi petani. Apalagi banyak petani mengalami kerugian setelah sawah mereka direndam banjir," katanya.

Erwandi mengatakan banjir yang terjadi akibat hujan lebat dan meluapnya sejumlah sungai di Kabupaten Aceh Utara menyebabkan 2.802 hektare areal persawahan terendam banjir

Erwandi mengatakan dari sebanyak 2.802 hektare areal persawahan terendam banjir tersebut, 43 hektare di antaranya sudah dipastikan gagal panen atau puso.

"Ribuan hektare areal persawahan terendam banjir tersebut tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara. Seluas 43 hektare di antaranya gagal panen atau puso," kata Erwandi.

Erwandi mengatakan luas sawah terdampak banjir dan padi yang mengalami puso masih kemungkinan bertambah, mengingat saat ini petugas masih mendata di lapangan.

"Potensi kerusakan atau puso terjadi apabila genangan air merendam lebih dari tiga hari. Sebab, batang padi akan cenderung rusak dan membusuk," kata Erwandi.

Baca Juga: Pemkab Bantu Benih Padi Bagi Petani Korban Banjir di Aceh Utara
Melihat Langkah Cina Kurangi Pemborosan Pangan

Erwandi mengatakan usia padi di area persawahan yang terendam banjir tersebut bervariasi karena penanaman padi di Kabupaten Aceh Utara tidak serentak.

"Umur padi bervariasi, mulai dari mulai tanam hingga memasuki musim panen. Jadwalnya penanamannya tidak serentak. Untuk kerugian, masih dalam pendataan," pungkasnya.(Ant)

Video:

Video Terkait