Penerima Alokasi Pupuk Bersubsidi di Provinsi Lampung Meningkat 50.488 Petani di Tahun 2022

Penerima Alokasi Pupuk Bersubsidi di Provinsi Lampung Meningkat 50.488 Petani di Tahun 2022 (Pemprol Lampung)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 12 Januari 2022 | 18:55 WIB

Sariagri - Pemprov Lampung mencatat jumlah penerima pupuk bersubsidi tahun 2020 meningkat 50.488 orang atau 6,67 persen. Pada Tahun lalu tercatat hanya sebanyak 756.321 petani yang menerima. Sedangkan Tahun 2022 meningkat menjadi 806.809 petani yang tersebar diseluruh Kabupaten atau Kota se Provinsi Lampung.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kusnardi mengatakan bahwa Provinsi Lampung termasuk Provinsi tercepat mengeluarkan regulasi terkait alokasi pupuk subsidi melalui Surat Keputusan Gubernur Lampung nomor G/721/V.21/HK/2021.

"Provinsi Lampung juga menjadi Provinsi yang tercepat dalam menyusun Rencana Dasar Kebutuhan Kelompok (RDKK)," Kata Kusnardi saat rapat koordinasi stakeholder pelaksanaan program Kartu Petani Berjaya (KPB), terkait penyaluran pupuk subsidi, di Gedung Pusiban, Selasa (11/1/2022).

Agenda rapat tersebut juga dihadiri Ketua Komisi II, Budi Yohanda dan Kepala BPTP Jekvy Hendra.

Kusnardi mengatakan bahwa ada tambahan SDM untuk pelaksanaan KPB yakni pendampingan dari Kelompok Tani, Nelayan Andalan, Karang Taruna dan Duta Mahasiswa.

"Mahasiswa tidak perlu balik ke kota setelah selesai, mereka bisa manjadi penggerak ekonomi desa melalui KPB," tegasnya.

Sedangkan untuk penyaluran pupuk subsidi tersebut, Pemprov Lampung juga sudah bertemu dengan Distributor Pupuk Subsidi Lampung dan mereka berkokitmen menindaklanjutinya dengan koordinasi dengan seluruh pengecer.

Provinsi Lampung mendapatkan alokasi pupuk subsidi terbesar diluar pulau Jawa, yakni urutan ke 5 (lima) setelah Sumantera Selatan di tingkat Nasional.

Dasar dalam penetapan alokasi pupuk bersubsidi yaitu Alokasi pupuk bersubsidi yang tersedia. Usulan kebutuhan pupuk bersubsidi (e-RDKK Tahun 2022), Penyerapan pupuk bersubsidi tahun sebelumnya dan Luas Baku Lahan Sawah yang dilindungi (LP2B).

Baca Juga: Penerima Alokasi Pupuk Bersubsidi di Provinsi Lampung Meningkat 50.488 Petani di Tahun 2022
Pupuk Bersubsidi di Lombok Tengah Dijual Melebihi Harga Eceran Tertinggi

Alokasi pupuk sekarang ini hanya 34 persen di Lampung, jadi diberitahukan untuk para petani bahwa alokasi pupuk masih rendah belum 100 persen.

Kedepan untuk sosialisasi Program KPB juga akan dibantu oleh KTA dan Mahasiswa yana sedang melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Desa untuk membantu mensosialisasikan program KPB dalam penyaluran pupuk subsidi.

Video Terkait