Kementerian BUMN Ingin Jawab Keluhan Petani Sawit Lewat Program Makmur

Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga (keempat dari kiri) didampingi Direktur Produksi PT Pupuk Indonesia (Persero) Bob Indiarto (ketiga dari kiri) saat tanam perdana program Makmur di Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/12) (Antara)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 11 Januari 2022 | 17:20 WIB

Sariagri - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir ingin program Makmur yang dilaksanakan PT Pupuk Indonesia (Persero) dapat menjawab keluhan para petani sawit di Provinsi Riau. Keluhan yang dimaksud yakni dari sisi pupuk, bibit, hingga permodalan.

 "Jadi Pak Erick Thohir (Menteri BUMN) ini mendorong Program Makmur yang dulu namanya Agro Solution, nyebut namanya saja susah Agro Solution, makanya dibuat sama Pak Erick namanya Program Makmur, kalau Makmur namanya dan tujuannya jelas," kata Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga melalui keterangan resminya, Senin (10/1/2022). Baca Juga: Kementerian BUMN Ingin Jawab Keluhan Petani Sawit Lewat Program Makmur
Demi Menunjang Infrastruktur Pertanian, Kementerian BUMN Dukung Program Makmur Pupuk Indonesia



Arya yang berdialog dengan para petani yang belum mengetahui program Makmur yang telah diluncurkan pada Agustus 2021 di  Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar mengatakan, program ini makna Mari Kita Majukan Usaha Rakyat ini memberikan banyak manfaat kepada petani. 

Sebab, dikatakan Arya, program Makmur merupakan ekosistem yang menghubungkan petani dengan segala bentuk kebutuhan pertanian. Mulai dari project leader, pihak asuransi, lembaga keuangan, teknologi pertanian, agro input, offtaker, dan pemerintah daerah.

"Jadi tujuan saya ke sini menunggu bapak-bapak (petani) ngomong, saya mau mendengar keluhannya apa, bagaimana supaya program Makmur ini bisa jalan," kata Arya. 

Ia juga mengatakan sebagian permasalahan petani sebetulnya sudah terjawab dalam ekosistem program Makmur. Mulai dari pembiayaan yang didukung lembaga keuangan, pemupukan, pembibitan, hingga gagal panen pun ada yang menanggungnya. 

"Jadi, melalui program Makmur kami memberikan kemudahan bagi petani dalam berbudidaya. Hasilnya adalah peningkatan produktivitas yang berujung pada peningkatan keuntungan petani," kata Arya Sinulingga. 

Program Makmur sudah terlaksana sejak April 2021 di atas lahan seluas 1.937 hektar dengan komoditas sawit. Program ini melibatkan 1.042 petani. Selanjutnya, Pupuk Sriwidjaja juga melaksanakan kembali program Makmur di Desa Makmur Sejahtera, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, Riau. Kali ini, pelaksanaannya di atas lahan seluas 730 hektar dengan komoditas sawit dan melibatkan 365 orang petani. 

Di mana offtaker dari kedua lokasi tersebut adalah CV Mecca Jaya Mandiri dan PT Sinergi Sumber Tani. Adapun luasan lahan sawit yang masuk program Makmur di wilayah Riau seluas 6.841 hektar. Seluruh luasan ini tersebar di sembilan desa dan tiga kabupaten, yaitu Rokan Hulu seluas 2.124 hektar, Kampar 2.917 hektar, dan Kuantan Singingi 1.800 hektar. 

Video Terkait