Kelompok Mandiri Indah Tani Ubah Wajah Bantaran Kali Ciliwung jadi Lahan Pertanian

Kelompok Mandiri Indah Tani mengubah wajah bantaran kali Ciliwung menjadi lahan pertanian.(Sariagri/Arif Ferdianto)

Penulis: Arif Sodhiq, Editor: Reza P - Kamis, 6 Januari 2022 | 18:40 WIB

Sariagri - Bertani di ibu kota Jakarta untuk saat ini mungkin sulit, salah satu kendalanya karena keterbatasan lahan. Namun bertani di tengah kota bukan hal mustahil, seperti yang dilakukan Kelompok Mandiri Indah Tani di Petamburan, Jakarta Pusat.

Ketua Kelompok Mandiri Indah Tani, Andiya mengatakan lahan pertanian di samping bantaran Kali Ciliwung mulai dimanfaatkan sejak tahun 2014. Awalnya, kata dia, lahan itu merupakan semak belukar terbengkalai dan kerap dijadikan tempat perjudian, prostitusi hingga para pengguna narkoba.

“Orang luar udah dengar semualah se-Jakarta siapa sih yang gak tahu (daerah) Bongkaran tempat pelacuran, perjudian, tempat narkoba. Ya minimal adanya saya di sini sebagai petani mempersempit pengguna narkoba, bagaimana caranya supaya tidak ada gesekan,” ujarnya saat ditemui Sariagri.id di Petamburan, Jakarta Pusat, Kamis (6/1/2022).

Andiya menjelaskan Kelompok Mandiri Indah Tani berdiri sejak tahun 2015 beranggotakan 10 orang. Menurut dia, dulu luas lahan pertanian yang digarap 3.500 meter persegi ditanami beragam komoditas hortikultura. Kini, lanjut dia, luas lahan hanya tersisa 1.000 meter persegi.

“Kalau sekarang lahannya dibagi untuk anak-anak Karang Taruna mendirikan lapangan futsal, lurah mengizinkan, itu kan bukan hak kami, milik bersama. Kalau sekarang (lahan) buat horti (tanaman konsumsi) gak cukup, biaya operasionalnya juga harus banyak terus beralih ke tanaman hias,” jelasnya.

Pria asal Cirebon, Jawa Barat itu mengungkapkan tanaman konsumsi juga masih tersedia, namun peralihannya ke tanaman hias sejak dua tahun belakangan diyakininya bisa menghidupkan anggota kelompok tani.

“(Saat ini) dari horti masih ada cuma sedikit tidak fokus, kalau ini (tanaman hias) harus punya keyakinan yakin laku,” ungkapnya.

Kelompok Mandiri Indah Tani saat ini mengembangkan beragam komoditas tanaman hias dan yang menjadi maskotnya adalah tanaman bonsai dari beragam varietas tanaman. Andiya mengakui bonsai yang ditanamnya saat itu berasal dari tanaman loa liar yang ada di bantaran kali.

“Dulu pertama kali punya bonsai saya jual (tanaman) loa laku Rp1 juta. Akhirnya mendapat dukungan dari pemerintahan dibuat pelatihan dari Indonesia Power (BUMN) juga mendanai,” terangnya.

Andiya menyebutkan kendala kelompok taninya adalah banjir yang kerap mengintai, terutama banjir lima tahunan yang dapat menyapu tanaman di lahan pertaniannya.

“Daerah kita kan daerah banjir, seperti saat ini menjelang banjir saya sudah ragu-ragu juga mau bangun apa, ini kan (tanaman) harus diangkat semua, itu kesulitannya. Kalau sukses dalam mekanisme pertaniannya sih alhamdulillah, jambu batu aja satu pot diameter 60 cm bisa berbuah sampai 70 butir,” tandasnya.

Andiya menambahkan dengan adanya lahan pertanian di tengah kota ini menghasilkan kepuasan batin, terlepas dari materi yang didapatkan.

Baca Juga: Kelompok Mandiri Indah Tani Ubah Wajah Bantaran Kali Ciliwung jadi Lahan Pertanian
Setya Gustina, Petani dari Cianjur yang Sukses Ekspor Jagung ke Amerika

“Keuntungan bertani di bantaran kali ini sebenarnya kepuasan, kalau keuntungan materi mah pas-pasan. Kita dari bertani masih bisa memberi edukasi pelajaran sama anak-anak mengenal tanaman. Kedua hasil panennya juga tidak dimakan sendiri masih bisa berbagi,” katanya.

“Harapan saya buat pemerintah dari tahun ke tahun kan permasalahannya banjir, tolong lah mau diapakan, (lahan) ditinggikan, saya kan petani kecil minta diperhatikan. Kalau sepanjang kali Ciliwung berdiri 1000 Andiya, kali Ciliwung bersih dengan sendirinya,” pungkasnya.

Video terkait:

Video Terkait