Pasar Terangkat Cuaca Kering Amerika Selatan, Harga Kedelai dan Jagung Melonjak

Ilustrasi - Hasil pertanian jagung.(Pixabay)

Penulis: Yoyok, Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 5 Januari 2022 | 09:24 WIB

Sariagri - Harga kedelai dan jagung berjangka di Bursa Berjangka Chicago atau di Chicago Board of Trade (CBOT), Amerika Serikat (AS), pada Selasa (4/1) atau Rabu (5/1) pagi WIB, menguat karena didukung cuaca kering di beberapa bagian Amerika Selatan yang dapat merusak panen di pasar ekspor saingan, sementara gandum naik setelah penurunan tiga sesi.

Kontrak kedelai paling aktif di CBOT  ditutup meningkat 34,25 dolar AS menjadi 1.389,75 dolar AS per bushel (gantang), setelah mencapai 1.392,25 dolar AS, level tertinggi untuk kontrak teraktif tersebut sejak 21 Juli 2021.

Sementara, jagung melonjak 20,25 dolar AS menjadi 609,50 dolar AS per bushel dan gandum naik 12 dolar AS menjadi 770 dolar AS per bushel.

Prakiraan cuaca kembali kering dan panas di Argentina dan Brasil selatan, setelah hujan yang menguntungkan pekan lalu, sementara panen awal di Brasil utara terhambat curah hujan.

“Hujan yang tepat waktu dapat membantu produksi tanaman di wilayah tersebut, menekan pasar Amerika Serikat lebih rendah,” kata John Zanker, analis Risk Management Commodities.

Perkiraan panen jagung dan kedelai Brasil dipankas oleh StoneX, Senin, dengan tanaman kedelai negara itu diturunkan menjadi 134,0 juta ton, dari 145,1 juta pada Desember dan tanaman jagungnya susut menjadi 117,5 juta ton, dari 120,1 juta.

Pedagang mengantisipasi sederet laporan Departemen Pertanian Amerika ( USDA ) yang akan dirilis pada 12 Januari mendatang, termasuk angka produksi tanaman 2021, serta stok triwulanan 1 Desember dan perkiraan tanaman Amerika Selatan.

Pasar gandum didukung oleh pengetatan pasokan dunia. “Rating kondisi untuk gandum musim dingin turun tajam selama Desember di Kansas dan Oklahoma, dua produsen gandum musim dingin terbesar Amerika,” tutur USDA.

Baca Juga: Pasar Terangkat Cuaca Kering Amerika Selatan, Harga Kedelai dan Jagung Melonjak
Didorong Permintaan Kuat, Harga Jagung dan Kedelai Naik di Bursa Berjangka

Kenaikan harga gandum dibatasi oleh permintaan ekspor yang lesu.

"Yang membebani gandum adalah penguatan dolar AS, ditambah harga gandum yang tinggi," kata Dan Hussey, analis Zaner Group.

Kontrak gandum yang paling aktif menemukan  technical support  pada pergerakan rata-rata 100 hari (MA100) untuk kedua kalinya dalam tiga pekan.

Video Terkait:

Video Terkait