Panen 400 Ton Singkong, IPB University Akan Manfaatkannya Sebagai Mocaf dan Kue

Panen perdana 400 ton singkong IPB University. (Foto IPB University)

Editor: M Kautsar - Jumat, 31 Desember 2021 | 20:10 WIB

Sariagri - IPB University menggelar panen perdana komoditas singkong di IPB Jabar Innovation Valley, Jonggol, Bogor Jawa Barat, Kamis (30/12). Budidaya ini merupakan bagian dari program Riset Inovatif dan Produktif (Rispro) yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kementerian Keuangan.

“Tahun ini kita menanam 61 jenis varietas cassava yang diperoleh dari seluruh wilayah di Indonesia. Dengan demikian, saya kira IPB University adalah satu perguruan tinggi yang memiliki plasma nutfah terlengkap untuk cassava,” ujar Ketua Peneliti Rispro, Nunung Nuryartono, diakses dari laman resmi IPB University, Jumat (31/12).

Nunung menjelaskan, penelitian Rispro dirancang selama tiga tahun. Dimana ke depan akan dibangun satu sistem yang terintegrasi dengan melibatkan berbagai fakultas yang ada di IPB University.

Dari 61 varietas yang ada, kata Nunung, lima jenis varietas akan fokus digunakan untuk produk turunannya. Di antaranya singkong ketan malang, darul hidayah, genjah bayam, manggu, dan varietas lokal jonggol.

“Adapun cassava pada panen perdana adalah varietas manggu. Cassava asli Sukabumi ini merupakan jenis yang paling banyak dibudidayakan di Jawa Barat, serta menjadi bahan baku pilihan dari berbagai industri makanan,” imbuhnya.

Nunung melanjutkan, budidaya singkong yang dikembangkan di lahan seluas 11 hektare ini menggunakan teknologi bernama IPB Prima. Dengan teknologi ini, sebut dia, dapat meningkatkan produktivitas dengan usia panen yang relatif singkat.

“Dari rata-rata yang sudah dihitung, ada sekitar 35-40 ton per hektare. Sehingga tahun ini, kurang lebih kita memanen 400 ton cassava yang langsung akan dimanfaatkan untuk menjadi mocaf, cookies, dan lainnya,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Prof Tridoyo Kusumastanto menuturkan, IPB Jabar Innovation Valley harus bisa memberi kontribusi bagi pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat, terutama bagi penduduk sekitar.

“Penduduk lokal adalah penerima manfaat terbesar, dalam hal ini masyarakat Jonggol. Peran IPB University harus kita tingkatkan, agar selalu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, pengembangan iptek dan kemajuan bangsa dan negara,” tuturnya.

Di sisi lain, Rektor IPB University, Arif Satria menyebut, kehadiran IPB Jabar Innovation Valley juga menjadi penyemangat bagi civitas untuk terus berinovasi. Ia juga memberi apresiasi berbagai pihak yang terlibat dalam program Rispro ini.

“Saya mengapresiasi Tim Rispro dan Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi (LKST) yang telah bekerja keras untuk mensukseskan panen hari ini. Semoga IPB Jabar Innovation Valley, semakin membuat kita semangat, karena semua inovasi dan varietas akan ditanam di sini, dari hulu sampai hilir secara terintegrasi,” jelas Rektor.

Baca Juga: Panen 400 Ton Singkong, IPB University Akan Manfaatkannya Sebagai Mocaf dan Kue
Dosen IPB University Kembangkan Inovasi Teknologi Budi daya Multi-Kanopi Padi

Dengan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, lanjut dia, ke depan fasilitas yang ada di IPB Jabar Innovation Valley akan terus ditingkatkan. Seperti pabrik pengolahan produk, smart closed house untuk budidaya peternakan dan fasilitas lain yang akan menunjang aktivitas penelitian dan inovasi.

“Dengan demikian, kita harapkan di kawasan ini banyak industri berkembang, banyak inovasi yang dihasilkan. Jadi bagi yang datang ke sini, akan bisa menyaksikan beragam inovasi yang ada, baik yang tepat guna maupun yang canggih,” terang Arif.

Video Terkait