291 Hektare Sawah Padi di Aceh Utara Gagal Panen Akibat Banjir, Petani Rugi Miliaran

Petani mendistribusikan air menggunakan pompa dari sungai ke areal persawahan di Desa Lamsie, Kecamatan Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar. (Sariagri/Antara)

Editor: Reza P - Sabtu, 25 Desember 2021 | 12:30 WIB

Sariagri - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara menyebutkan sebanyak 291 hektare sawah mengalami puso atau gagal panen akibat banjir yang melanda daerah itu beberapa pekan lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara Erwandi di Lhokseumawe, Jumat, mengatakan total sawah yang terendam banjir beberapa waktu lalu mencapai 707 hektare.

"Seluas 291 hektare tanaman padi di antaranya mengalami puso atau gagal panen akibat areal persawahan terendam banjir yang melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Utara," kata Erwandi.

Erwandi mengatakan tanaman padi yang mengalami puso tersebut umurnya bervariasi mulai baru tanam beberapa hari hingga seminggu menjelang panen. Kerugian petani akibat puso tersebut mencapai Rp1,1 miliar.

Erwandi mengatakan areal persawahan yang terendam banjir itu tersebar di lima kecamatan yakni, Matang Kuli, Pirak Timu, Simpang Keuramat, Kuta Makmur, dan Banda Baro.

"Potensi kerusakan atau puso terjadi apabila genangan air merendam lebih dari tiga hari. Sebab, batang padi akan cenderung rusak dan membusuk," kata Erwandi.

Oleh sebab itu, kata Erwandi, pihaknya melalui penyuluh pertanian menyosialisasikan kepada petani agar memperhitungkan waktu memulai musim tanam padi agar terhindar musim penghujan mengakibatkan banjir.

Baca Juga: 291 Hektare Sawah Padi di Aceh Utara Gagal Panen Akibat Banjir, Petani Rugi Miliaran
Gawat! Produksi Pertanian Akan Tinggal Sepertiga Akibat Perubahan Iklim

Erwandi mengatakan dari 291 hektare tanaman padi yang mengalami puso tersebut, 95,2 hektare diantaranya mengikuti asuransi dengan iuran Rp 36 ribu.

"Tanaman padi yang puso tersebut akan dibayar asuransi Rp6 juta rupiah per hektare. Meskipun terjadi puso, hasil produksi padi pada tahun ini di Aceh Utara tetap mengalami surplus atau kelebihan produksi," kata Erwandi.

Video Terkait