Dua Varietas Jagung Hibrida Ini Bisa jadi Solusi Kelangkaan Pupuk Nitrogen

Varietas jagung hibrida JH 33.(Balitbangtan)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 23 Desember 2021 | 07:00 WIB

Sariagri - Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitserealia), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melepas dua varietas jagung yang mampu tumbuh baik meski kurang pemupukan N (Nitrogen). Kedua varietas jagung hibrida itu adalah JH 33 dan JH 34.

Menurut laman Balitbangtan, pelepasan kedua varietas itu sebagai jawaban atas tuntutan petani jagung yang selama ini mengeluhkan kelangkaan pupuk N terutama di musim tanam. Ketersediaan pupuk urea sebagai sumber hara N sering mengalami kelangkaan karena kebutuhannya bersamaan dengan tanaman pangan lainnya.

Kondisi itu mengakibatkan permintaan pupuk N meningkat tajam dan menjadi langka. Dampaknya tanaman kurang optimal dan hasil jagung yang diperoleh menjadi menurun. Namun dengan adanya varietas JH 33 dan JH 34, pupuk N yang dibutuhkan petani akan berkurang. Kedua varietas tanaman jagung ini mampu tumbuh dengan baik meski pemberian pupuk N kurang optimal.

Sejauh ini pupuk N berkontribusi sangat besar dalam peningkatan produksi jagung di dunia. Hal ini dikarenakan tanaman jagung membutuhkan unsur hara nitrogen (N) paling tinggi yaitu sekitar 50% dari kebutuhan unsur hara lainnya.

Pupuk N merupakan pupuk anorganik yang dibutuhkan tanaman jagung untuk mengatasi defisiensi hara Nitrogen. Kekurangan pupuk N pada tanaman jagung bisa mengakibatkan penurunan hasil berkisar antara 10% - 67,13%.

Berdasarkan hasil penelitian, untuk menghasilkan produksi jagung 9-13 t/ha, dalam pengelolaan hara N pada tanaman jagung hibrida diperlukan pemberian pupuk N 200-250 kg/ha

Sebelum dilepas, kedua varietas yang dilepas melalui sidang Pelepasan Varietas Tanaman Pangan oleh Direktorat Perbenihan, Ditjen Tanaman Pangan di Bogor pada 10 Desember 2021 itu telah melalui serangkaian uji coba.

Baca Juga: Dua Varietas Jagung Hibrida Ini Bisa jadi Solusi Kelangkaan Pupuk Nitrogen
Lombok Tengah Percontohan Pengembangan Jagung dan Peternakan Ayam dari Bank Dunia

Uji coba itu dilaksanakan pemulia dari Balitserealia di Jember, Tapanuli Selatan, Bajeng, Minahasa, Tomohon, Sinjai, Takalar dan Maros. Hasil pengujian menunjukkan, kedua varietas itu tergolong lebih toleran cekaman N rendah dari varietas pembandingnya yaitu varietas ADV 777 dan JH 37.

Produktivitas kedua varietas jagung itu juga tinggi yaitu 12,85 t/ha dan rata-rata hasil 11,22 t/ha. Selain itu, JH 33 dan JH 34 tahan terhadap penyakit karat.

Video terkait:

Video Terkait