Jeritan Hati Petani di Pacitan, Merugi Akibat Belasan Hektare Padi Diterjang Banjir

Belasan hektare padi di Pacitan rusak parah akibat banjir. (Arief L/Saragri)

Editor: Dera - Sabtu, 11 Desember 2021 | 10:00 WIB

Sariagri - Belasan hektar lahan tanaman padi milik petani di Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur mengalami rusak akibat diterjang banjir luapan sungai setempat.

Tanaman padi yang rata-rata berumur 2,5 bulan ini rusak parah akibat terendam air dan sebagian ada juga yang tertimbun lumpur serta batu.

Kerusakan terparah dialami lahan milik Tumardi (55 tahun) dan Muhtarom (52 tahun), di mana lahan sawah mereka berlokasi dekat pinggir sungai karangrejo.

Tumardi menyebut enam hektare lahan tanaman padi miliknya porak-poranda dihantam banjir pasca kawasan setempat diguyur hujan lebat lebih dari lima jam.

“Awalnya turun hujan lebat lama sekali sekitar lima jam, kemudian air sungai meluap sehingga terjadi banjir mulai dari atas gunung parangan deras mengalir menerpa lahan padi milik saya. Tanaman menjadi rusak dan tidak bisa dipanen, “ keluh petani padi, Tumardi kepada Sariagri.

Tumardi menyebut banjir terjadi akibat dampak sedimentasi yang terjadi di sepanjang aliran sungai karangrejo.

“Akibat pendangkalan sungai menjadi menyebabkan air meluap hingga menerjang lahan pertanian, “ ujarnya.

Hal senada dilontarkan Muhtarom, petani lain yang mengatakan sedimentasi material longsor parangan telah membuat kedalaman sungai terus berkurang.

“Akibat menumpuknya sedimen lumpur, membuat permukaan sungai hampir rata dengan lahan sekitar. Akibatnya jika hujan datang langsung meluber. Tak hanya itu, batuan dari atas juga menerjang dua hektare sawah milik saya dan petani lainnya, “ timpal Muhtarom.

Ia merinci total lahan yang terdampak banjir mencapai sekitar 18 hektare. Tak ingin mengalami kerugian berlebih, Muhtarom memilih melakukan panen dini padi miliknya.

“Mau tidak mau terpaksa, saya panen dini. Padahal masih 10 hari lagi harusnya panen. Namun karena terendam banjir terpaksa saya panen, biar tidak terlalu rugi, “ bebernya.

Muhtarom menyebutkan langkah itu dilakukan karena khawatir terjadi banjir susulan yang bisa membawa bebatuan sehingga menimbun lahan.

Baca Juga: Jeritan Hati Petani di Pacitan, Merugi Akibat Belasan Hektare Padi Diterjang Banjir
Terendam Banjir, Puluhan Bidang Lahan Petani di Lombok Gagal Panen

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pacitan, Didik Alih Wibowo menjelaskan pihaknya telah memberikan bantuan berupa kantong pasir untuk melindungi rumah dan pekarangan warga agar terhindar dari terjangan banjir.

“Untuk rumah yang ada di sepanjang tepi sungai, mulai dari hulu hingga hilir sudah kami kirim bantuan kantong pasir untuk menghambat banjir kiriman dari gunung parangan. Sedangkan untuk lahan pertanian, kami sedang koordinasi dengan dinas terkait lainnya, “ pungkasnya. 

Video Terkait