Petani Cabai Lumajang Luapkan Kekecewaan dengan Cabuti Tanaman yang Mati Akibat Terpapar Abu Vulkanik

Petani Cabai Lumajang cabut tanamannya yang rusak akibat abu vulkanik Semeru. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 10 Desember 2021 | 11:00 WIB

Sariagri - Sejumlah petani di Desa Tempuran, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terpaksa melakukan panen dini cabai di lahan pertanian milik mereka. Pasalnya, sebagian tanaman cabai rusak akibat terpapar abu vulkanis dari guguran awan panas Gunung Semeru pada Sabtu, 4 Desember 2021 lalu.
 
Salah satunya dialami Khusairi (45 tahun), petani cabai rawit yang mengaku hampir separuh dari sepetak lahan seluas 500 meter persegi rusak dan terancam mati.

Tanaman cabai yang rusak diantaranya daun mengalami kriting akibat terbakar serta batang hangus kering kecoklatan. Kondisi itu, membuat ia terpaksa mencabuti tanaman cabai yang sudah mati.

“Hampir separuh tanaman cabai saya mati. Batangnya seperti terbakar, kering sehingga saya cabuti semua. Sedangkan yang masih mampu bertahan hidup, kondisi daunnya kriting akibat terbakar abu vulkanik semeru, “ beber petani cabai, Khusairi sambil menunjukan daun yang kriting kepada Sariagri, Kamis (9/12/2021).

Ia menyebutkan waktu panen sebetulnya masih lama, sekitar 3 bulan lagi. Namun karena kuatir kerusakan tanaman makin banyak, terpaksa sebagian yang masih selamat dilakukan panen dini.

Upaya panen dini ini terpaksa dilakukannya untuk mengembalikan modal bertani cabai sekaligus menekan kerugian yang lebih besar. 

"Ini saya lakukan demi menghindari agar tidak rusak. Kalau panen waktunya masih lama, kurang lebihnya tiga bulan lagi baru masa panen," imbuhnya.

Khusairi juga mengeluhkan akibat paparan abu vulkanik, pucuk bunga tanaman rusak dan cabai banyak yang rontok serta sebagian lainnya tak mampu berkembang.

“Kerusakan yang terjadi ini membuat tanaman banyak yang layu dan tak bisa berkembang. Bahkan akarnya juga mati, akibat daun terbakar,” kata dia seraya menunjukan akar tanaman cabai yang mati.

Ia berharap ada bantuan dari pemerintah kepada petani, agar bisa memulai tanam kembali. Sehingga nasib petani cabai bisa tertolong.

Baca Juga: Petani Cabai Lumajang Luapkan Kekecewaan dengan Cabuti Tanaman yang Mati Akibat Terpapar Abu Vulkanik
Akibat Abu Vulkanik Gunung Semeru, Petani Ubi Jalar Ini Resah Harga Jual Jatuh

Selain lahan cabai, lanjutnya, tanaman sayuran dan buah juga terpapar abu vulkanik semeru dan mengalami kerusakan.

“Ada hampir 25 hektar lahan pertanian warganya yang gagal panen akibat abu vulkanik. Selain lahan cabai, ada juga gubis siap panen, tebu dan buah salak,"  ucapnya.

Ia mengatakan jika kondisi normal, ia bisa memanen cabei sekitar 5 ton. Namun dengan kondisi saat ini, ia belum bisa mematiskan berapa persen penurunan produksinya.

“Belum tahu ini, kalau dipetik lebih awal gini bisa dapat berapa. Karena sebagian rusak mati hangus," keluhnya.

Video Terkait