Area Pertanian Rusak Diterjang Banjir, Petani di Bojonegoro Terpaksa Gigit Jari

Lahan pertanian di Bojonegoro, Jawa Timur rusak diterjang banjir. (Foto Sariagri/Arief L)

Editor: M Kautsar - Senin, 6 Desember 2021 | 13:40 WIB

Sariagri - Puluhan hektar lahan pertanian milik para petani di Desa Ngunut, Kecamatan Dander,  Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, rusak setelah diterjang banjir bandang.

Akibatnya petani hanya bisa gigit jari pada panen musim ini, karena area sawah yang ditanami padi dan jagung hancur diterjang banjir dari luapan sungai desa setempat.

Sebagian besar tanaman padi yang rata-rata baru beruisa 1 hingga 2 pekan, ambruk dan terendam banjir. Tak hanya itu sebagian besar tanaman jagung juga rusak diterjang banjir. Meski sebagian besar air telah surut, petani mengaku terancam merugi karena tanaman rusak dan tidak bisa tumbuh maksimal.

Salah satunya dirasakan pemilik lahan padi, Dasim (62 tahun). Dia mengaku lahan padi miliknya yang baru berusia tanam dua pekan rusak dilanda banjir. 

“Akibat diterjang banjir luapan sungai desa kami, setengah hektar sawah tanaman padi milik saya seluruhnya rusak. Bahkan sebagian tanaman padi ini tercabut dari akarnya dan hanyut terbawa arus banjir. Sehingga beberapa petak tanaman padi milik saya raib dari lahan ini," kata Dasim kepada Sariagri, Senin (6/12).

Kejadian ini, imbuhnya, membuat para petani terancam merugi hingga puluhan juta rupiah. Mereka hanya bisa berharap kepedulian pemerintah untuk membantu meringankan beban para petani. 

"Para petani di sini berupaya membangunkan kembali tanaman padinya yang roboh untuk ditancapkan kembali akarnya ke tanah. Bahkan sebagian petak lahan mereka terpaksa ada yang harus ditanam ulang dengan bibit yang baru karena raib terbawa arus banjir," terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ngunut, Suwarno menuturkan, sedikitnya ada 40 hektare area sawah milik warganya yang ditanamani padi rusak berat akibat diterjang banjir luapan sungai desa setempat

Baca Juga: Area Pertanian Rusak Diterjang Banjir, Petani di Bojonegoro Terpaksa Gigit Jari
Inspiratif, Pria Ini Ajak Masyarakat Perangi Kemiskinan Lewat Pertanian

"Saat ini pemerintah desa sudah melakukan pendataan, dan akan melaporkan hal ini ke dinas terkait," ungkapnya.

Akibat kejadian ini, lanjut Suwarno, para petani di desanya terancam gagal panen atau puso. Jika tak segera tertanggulangi maka dapat dipastikan para petani ini akan merugi besar karena kualitas hasil panennya buruk dan tidak bisa maksimal.

Suwarno menjelaskan banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah bojonegoro bagian selatan. 

Besarnya debit air hujan membuat sungai yang ada di desa setempat tak mampu menampung, sehingga air meluap dan terjadi banjir yang menerjang areal pertanian milik warga.

Video Terkait