Tebar Inspirasi! Para Petani Ini Berbagi Ilmu Pertanian Lewat Film Pendek

Ilustrasi petani berbagi ilmu lewat sebuah film. (Unsplash)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 22 November 2021 | 22:30 WIB

Sariagri - Petani di seluruh Amerika Selatan dan Afrika baru-baru ini berbagi ilmu tentang pengetahuan pertanian lewat festival film yang diselenggarakan oleh Collaborative Crop Research Program (CCRP). Lewat festival film pendek ini, para petani kecil berbagi ilmu tentang pengolahan ladang hingga hasil panen.

Mengusung tajuk “Film untuk agroekologi oleh mereka yang berkecimpung dalam agroekologi,”,  CCRP ingin mendorong petani untuk menceritakan kisah mereka sendiri, dengan fokus pada tanaman dan tempat yang paling mereka kenal.

Film-film tersebut membahas topik mulai dari kesehatan tanah hingga nutrisi dan ketahanan pangan. Masing-masing juga menyoroti janji agroekologi, sebuah pendekatan yang menyatukan pertanian berkelanjutan dengan ilmu lingkungan.

Melalui CCRP, petani berkesempatan untuk bekerja di Farmer Research Networks (FRNs). Jaringan ini memungkinkan petani untuk berbagi pengetahuan dengan rekan-rekan mereka dan melakukan penelitian dengan bantuan universitas dan organisasi pembangunan.

Melansir Food Tank, satu film menyoroti petani Tanzania yang bereksperimen dengan menanam tanaman yang berbeda bersama-sama untuk melihat bagaimana mereka berinteraksi. Para petani menemukan, kacang polong dapat bertindak sebagai pestisida alami ketika ditanam dengan jagung, melindungi panen dari ulat grayak dan meningkatkan kualitas tanah.

Mereka berbagi pengetahuan itu dengan kerabat di komunitas terdekat. “Kami pergi ke desa lain yang tidak berada di area proyek dan menemukan bahwa orang-orang juga menanam kacang merpati,” kata Josephine Ng’ang’a, pemimpin FRN setempat.

“Sebagai petani-peneliti, kami tidak menerima semuanya begitu saja,” kata McLeod Banda, seorang penanam dari Malawi. “Kami pertama-tama menguji informasi di plot kami, dan hanya yang kami rasa berhasillah yang kami bagikan," tambahnya.

Melalui kolaborasi dengan para ilmuwan, para petani melaporkan bahwa mereka mampu membangun kepercayaan diri saat mereka berbagi kesuksesan dan tantangan mereka. “Saya tidak takut akan kesulitan,” kata Honorine Ouoba, yang membuat bir sorgum bernama dolo di kotanya di Burkina Faso.

Beberapa film mengeksplorasi tema nutrisi, keberlanjutan, dan komunitas. Dalam karyanya, Dr. Moustapha Moussa, ahli gizi dari Institut Nasional Penelitian Agronomi Niger, mempertimbangkan dampak pusat inovasi yang dijalankan perempuan terhadap malnutrisi.

Baca Juga: Tebar Inspirasi! Para Petani Ini Berbagi Ilmu Pertanian Lewat Film Pendek
Kisah Petani Perempuan yang Sukses Memutus Mata Rantai dari Jerat Kemiskinan



“Setelah dua hingga tiga minggu merawat anak-anak yang kekurangan gizi dengan tepung yang diperkaya, para ibu melihat peningkatan yang nyata dalam status gizi mereka,” jelasnya dalam filmnya.

Akhir bulan ini, CCRP akan menyelenggarakan pertemuan online dari 25-27 Oktober. Acara ini akan mempertemukan petani, peneliti, serikat pekerja, dan pembuat kebijakan untuk mendiskusikan penemuan mereka dan membangun hubungan yang lebih kuat antara ruang pedesaan dan perkotaan. Banyak pembuat film juga akan menghadiri pertemuan tersebut.

Video Terkait