Tembus Rp2 Triliun, Pinang Sumut Diekspor untuk Industri Makanan dan Kimia

Buah pinang asal Sumatera Utara (Sumut) siap untuk diekspor. (Antara/Humas Dinas Pertanian Belawan))

Editor: Arif Sodhiq - Minggu, 21 November 2021 | 08:00 WIB

Sariagri - Ekspor pinang melalui Pelabuhan Belawan Medan terus naik atau sudah sebanyak 90,16 ribu ton dengan nilai Rp2 triliun dari Januari 2021 hingga Oktober 2021. Karena itu Karantina Pertanian Belawan menjadikan pinang sebagai salah satu komoditas unggulan.

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan, Andi Yusmanto mengatakan, ewwkspor pinang dilakukan eksportir asal Medan melalui Pelabuhan Belawan. Pinang Sumut, lanjut dia, diekspor ke Pakistan, Iran, Thailand, India dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

"Karantina Pertanian Belawan sudah menetapkan pinang sebagai salah satu komoditas unggulan karena potensi produksi dan ekspornya masih cukup besar,"katanya.

Karena telah dijadikan komoditas unggulan, desa yang memiliki tanaman pinang menjadi desa binaan Karantina Pertanian Belawan.

"Dalam ekspor, pinang menjadi salah satu komoditas 10 besar yang diekspor rutin dengan tren ekspor yang menguat," kata Andi.

Eksportir pinang di Sumut, Rianto Aritonang, mengatakan permintaan pinang Sumut terus menguat di tahun 2021 khususnya dari India, Pakistan dan Thailand. Dia mencontohkan permintaan pinang dari Thailand yang naik tajam di tahun 2021 setelah mengalami penurunan sejak awal pandemi COVID-19.

Meski Thailand termasuk produsen pinang terbesar, negara itu kerap mengimpor pinang Indonesia, khususnya dari Sumut yang tercatat produsen terbesar komoditas itu. Permintaan Thailand akan pinang dari Sumut mulai dari jenis pinang bulat, pecah/belah maupun pinang rebus. Di Thailand, pinang itu digunakan untuk industri makanan seperti permen dan industri kimia.

Baca Juga: Tembus Rp2 Triliun, Pinang Sumut Diekspor untuk Industri Makanan dan Kimia
Komunitas Milenial Sulut Ekspor 44 Ton Cocopeat Senilai Rp500 Juta ke Korsel

Berdasarkan data IQFAST Badan Karantina Pertanian, permohonan sertifikasi untuk ekspor 10 komoditas pertanian unggulan asal Sumut di Karantina Pertanian Belawan periode Januari - Oktober 2021 adalah minyak kelapa sawit 832,14 ribu ton senilai Rp12,5 triliun, kopi biji (53 ribu ton/nilai Rp3,1 triliun), pinang biji (90,16 ribu ton/Rp2 triliun), ampas sawit (154,68 ribu ton/Rp315 miliar) dan RBD palm olein (46,65 ribu ton/Rp742,8 miliar).

Selanjutnya, karet lempengan (21,61 ribu ton/Rp522 miliar), kayu karet (10,64 ribu m3/Rp375,7 miliar), kayu oak putih (15,63 ribu m3/Rp400,7 miliar), kelapa parut (16,13 ribu ton/Rp348 miliar) dan RBD palm stearin (33,46 ribu ton/Rp445,7 miliar).

Video terkait:

Video Terkait