Keren, Petani Milenial Asal Yogyakarta Ini Terapkan Pertanian Modern di Karawang

Ilustrasi pertanian modern. (Unsplash/James Baltz)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Dera - Sabtu, 20 November 2021 | 13:00 WIB

Sariagri - Petani milenial asal Karawang, Jawa Barat bernama Ainul Yaqin merupakan sarjana pertanian lulusan kampus Universitas Muhamadiyah Yogyakarta.

Usai menempuh pendidikan S2 di Universitas Gajah Mada, jurusan Master Bisnis, kini Ainul memilih untuk menjadi mantap untuk terjun ke dunia pertanian.

Meski tak bekerja sebagai pegawai kantoran, pilihannya itu pun kini berbuah manis, di mana ia berhasil menjadi petani milenial yang sukses, seperti dikutip dari laman jabarprov.

Awal mula memutuskan menjadi petani milenial

Bertahun-tahun menempuh pendidikan di Yogyakarta, Ainul kemudian pulang kampung ke Banyusari, Kabupaten Karawang. Ketika pulang, ia mendapati lahan sawah tidak digarap maksimal, bahkan banyak terbengkalai. Padahal lahan subur dan pengairan di daerahnya juga sangat bagus.

Begitu juga dengan usaha lain milik ayahnya, yakni penggilingan padi yang lebih mirip seperti gudang penyimpanan tak terurus. Ia pun mulai turun ke sawah membantu keluarganya sekitar tahun 2017. Hingga akhirnya dua tahun kemudian ia dipercaya untuk meneruskan usaha pertanian milik keluarga.

Ainul Yaqin memilih jadi petani meski kantongi gelar S2. (Dok. Humas Jabar)
Ainul Yaqin memilih jadi petani meski kantongi gelar S2. (Dok. Humas Jabar)

Menjalankan pertanian modern

Dengan ilmu yang didapat semasa kuliah, Ainul menerapkan prinsip bertani secara modern. Kini ia bersama petani milenial lainnya, sekitar 60 pemilik lahan bersama-sama menjalankan pertanian padi dengan menggunakan teknologi modern.

Baca Juga: Keren, Petani Milenial Asal Yogyakarta Ini Terapkan Pertanian Modern di Karawang
Kisah Sukses Seorang Guru yang Bangun Budi Daya Melon Hidroponik selama Pandemi

"Panen terakhir, kami bisa mendapatkan 320 ton padi," ujar petani milenial tersebut

Dengan hasil panen berlimpah, Ainul mulai memikirkan konsep penyimpanan atau pergudangan modern. Penggilingan padi kini ia sulap menggunakan peralatan terbaru. Bahkan penggilingan padi tersebut sudah menjadi pabrik lumayan besar, yang membantu padi hasil panen petani.

Maret 2020, bersamaan dengan munculnya pandemi, Ainul justru membangun penggilingan modern dan merekrut 30 pekerja.

"Masih terus dibangun, saat ini masih pakai mesin bersumber tenaga BBM, inginnya diganti dengan tenaga listrik," pungkasnya. 

Video Terkait