Begini Proses Tanam Jahe dari Masa Panen hingga Penyiraman

Berita Hortikultura - Ilustrasi tanaman jahe (Pixabay)

Penulis: Tatang Adhiwidharta, Editor: Nazarudin - Selasa, 9 November 2021 | 13:30 WIB

Sariagri - Jahe merupakan rempah yang banyak tumbuh di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Memiliki aroma yang kuat, tanaman ini sering dijadikan bahan makanan hingga diolah menjadi obat herbal.

Tanaman jahe tersebar dari India sampai China. Karena itu kedua bangsa ini disebut-sebut sebagai bangsa yang pertama kali memanfaatkan jahe terutama sebagai bahan minuman, bumbu masak dan
obat-obatan tradisional.

Jahe termasuk dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae), se-famili dengan temu-temuan lainnya seperti temu lawak (Cucuma xanthorrizha), temu hitam (Curcuma aeruginosa), kunyit (Curcuma domestica), kencur (Kaempferia galanga), lengkuas (Languas galanga) dan lain-lain.

Nama daerah jahe antara lain halia (Aceh), beeuing (Gayo), bahing (Batak Karo), sipodeh (Minangkabau), jahi (Lampung), jahe (Sunda), jae (Jawa dan Bali), jhai (Madura), melito (Gorontalo), geraka (Ternate), dan sebagainya.

Adapun cara menanam jahe terbilang cukup mudah, karena bisa dilakukan di dalam maupun luar rumah. Untuk masa panen membutuhkan waktu 8-10 bulan.

Sebuah penelitian, menunjukkan bahwa jahe memiliki banyak manfaat seperti mengobati mual, menurunkan berat badan, mengatasi osteoartritis, turunkan kadar gula dan risiko penyakit jantung, obati gangguan kronis, menurunkan nyeri haid, menurunkan akdar kolesterol, mencegah tumbuhnya sel kanker, hingga meningkatkan fungsi otak.

Perlu diketahui, jahe memiliki beberapa jenis yakni jahe muda dan dewasa. Untuk jahe muda tersedia di pasar Asia dan tak perlu dikupas. Sedangkan jahe dewasa lebih banyak dan memiliki kulit keras yang perku dikupas.

Karena memiliki banyak manfaat, perlu dibudidayakan dengan cara tanam jahe. Pembudidaya juga harus tahu berapa lama masa panen dan juga perawatannya.

Berapa Lama Masa Panen Tanam Jahe?

Proses panen diketahui usai melewati cara menanam. Untuk waktu terbaik panen tanam jahe adalah saat tanaman berumur 8 hingga 10 bulan. Usai panen, pilih rimpang untuk ditanam lagi dan segera tanam kembali.

Berapa kali tanam jahe harus disiram?

Tanam Jahe tidak memerlukan air yang terlalu banyak untuk pertumbuhannya, akan tetapi pada awal masa tanam diusahakan penanaman pada awal musim hujan sekitar bulan September.

Jadi berapa kali tanaman jahe harus disiram? jawabannya satu hingga dua kali dalam seminggu. Selain menyiram jahe, juga perlu memberikan pupuk agar jahe bisa tumbuh dengan baik.

Jangan biarkan tanaman jahe mengering ketika sedang aktif tumbuh. Saat cuaca dingin, kurangi penyiraman. Hal ini akan mendorong tanaman membentuk rimpang bawah tanah. Pada daerah kering, kabut atau semprotkan tanaman secara teratur, selalu hindari terlalu banyak memberikan air.

Cara Panen Jahe

Cara panen jahe yang baik yaitu tanah dibongkar dengan hati-hati menggunakan alat berupa garpu atau cangkul, diusahakan jangan sampai rimpang jahe terluka.

Kemudian tanah dan kotoran lainnya yang menempel pada rimpang dibersihkan dan bila perlu dicuci. Sesudah itu jahe dijemur di atas papan atau daun pisang kira-kira selama 1 minggu.

Baca Juga: Begini Proses Tanam Jahe dari Masa Panen hingga Penyiraman
Perekonomian Pedesaan Tetap Bergeliat Selama Pandemi

Untuk tempat penyimpanan harus terbuka, tidak lembab dan penumpukannya jangan terlalu tinggi melainkan agak disebar.

Periode Panen Jahe

Periode panen tanam jahe sebaiknya dilakukan sebelum musim hujan, yaitu diantara bulan Juni sampai Agustus. Ketika panen biasanya ditandai dengan mengeringnya bagian atas tanah. Meski begitu, apabila tidak sempat dipanen pada musim kemarau tahun pertama, sebaiknya dilakukan pada musim kemarau pada tahun berikutnya.

Pemanenan pada musim hujan bisa menyebabkan rusaknya rimpang dan menurunkan kualitasnya sehubungan dengan rendahnya bahan aktif karena lebih banyak kadar airnya.

Video Terkait