China Marah Usai Sri Lanka Tolak Pupuk Organik yang Diduga Tercemar

Tanah subur berpupuk ( PxHere)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 8 November 2021 | 15:30 WIB

Sariagri - Lembaga riset Policy Research Group (POREG) menyebut pemerintah China telah melakukan tekanan kepada Sri Langka, setelah negara itu menolak pupuk organik dari sebuah perusahaan China.

Dilaporkan, pemerintah Sri Lanka telah memutuskan untuk menyelesaikan peralihan dari pertanian kimia ke pertanian organik pada bulan April, yang menyebabkan perselisihan antara China dan Sri Lanka. Sri Lanka mengalokasikan 3,8 miliar dolar AS untuk pembelian pupuk organik pada Agustus dengan mengimpor unsur hara tertentu.

Menurut laporan POREG, Kementerian Pertanian Sri Langka memilih Qingdao Seawin Biotech Group Co. Ltd dari China melalui penawaran terbuka untuk memasok pupuk organik. Pemerintah memutuskan untuk mengimpor 99.000 metrik ton pupuk organik dengan biaya 63 juta dolar AS dari perusahaan China.

Namun, melansir Beijing News, kiriman itu ditolak setelah analisis dilaporkan menemukan pupuk itu "tercemar". Akibat penolakan itu, POREG melaporkan China menjadi marah.

Baca Juga: China Marah Usai Sri Lanka Tolak Pupuk Organik yang Diduga Tercemar
Tergiur Keuntungan Besar, Tersangka Pupuk Oplosan Lampung Ditangkap Polisi



Policy Research Group mengatakan dalam dua sampel, Lembaga Standar Sri Lanka serta Layanan Karantina Tumbuhan Nasional dan Dewan Energi Atom Sri Lanka menemukan mikroorganisme, patogen, dan penyakit yang berbahaya bagi tanah, tanaman, dan manusia. 

Faktanya, masih menurut POREG, para ilmuwan Sri Lanka memperingatkan bahwa pupuk organik China akan menjadi bencana pertanian karena sampel ditemukan terinfeksi Erwinia, patogen tanaman terkenal yang menyebabkan kerugian pasca panen yang parah pada tanaman.

Menurut POREG, tekanan China pada kepemimpinan Sri Lanka tidak berhasil. Setelah penolakan pengiriman bulan ini, China mengumumkan daftar hitam Bank Rakyat Sri Lanka milik negara, dengan mengutip Letter of Credit "default". China mengatakan bahwa keputusan bank Sri Lanka menyebabkan kerugian besar, tetapi bank mengklarifikasi bahwa itu hanya mengikuti perintah pengadilan yang melarangnya melakukan pembayaran. Lebih lanjut dinyatakan bahwa dari semua akun, China tidak mau menerima bahwa Sri Lanka telah melarang pengiriman pupuk organik yang diekspor oleh perusahaan China.

Video Terkait