Balitbangtan Kementan Hasilkan Royalti Rp4,6 Miliar di 2021

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) menghasilkan royalti Rp4,6 miliar.(Kementan)

Editor: Arif Sodhiq - Minggu, 7 November 2021 | 14:30 WIB

Sariagri - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) telah menghasilkan royalti senilai Rp4,6 miliar selama tahun 2021. Royalti itu didapat dari 36 perusahaan swasta untuk penggunaan inovasi dan teknologi pertanian unggul seperti benih dan alsintan.

Rincian perolehan royalti itu berasal dari mitra lisensi 12 perusahaan yang menggunakan jagung hibrida HJ 21 Agritan Rp1,3 miliar, penggunaan jagung hibrida JH 37 di 2 perusahaan Rp832 juta, penggunaan jagung hibrida 29 di 9 perusahaan Rp761 juta dan rice transplanter jajar legowo Rp591 juta di 4 perusahaan.

Selain itu, ada jagung hibrida JH 27 yang digunakan 1 perusahaan Rp262 juta, jagung Bima 9 URI Rp178 juta, penggunaan ecalyptus Rp160 juta, jagung Bima 20 URI Rp125 juta, jagung hibrida batara 14 Rp97 juta dan lain-lain dari 17 perusahaan Rp306 juta.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan perolehan royalti ini dari hasil temuan para peneliti dan perekayasa Balitbangtan selama 2021. Selanjutnya, Mentan akan menyerahkan royalti kepada institusi dan para inventor Kementan.

"Ini adalah suatu hal yang membanggakan, karena kita telah menghasilkan banyak teknologi yang bernilai kekayaan intelektual yang sudah diadopsi oleh dunia usaha," ujar Mentan Syahrul saat membuka Agro Inovasi Fair 2021 di Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP) Bogor, Jawa Barat, Minggu (7/11/2021).

Menurut Mentan, saat ini masih ada 33 hasil penelitian Balitbangtan yang akan didaftarkan untuk hak paten, hak cipta, merek atau hak varietas tanaman (Hak PVT). Karena itu, lanjut dia, peran Balitbangtan sangat penting, terutama dalam pengembangan pertanian.

"Kalau tidak ada litbang bagaimana kita mau makan. Itu bibit bagus, tapi kalau 2 atau 3 tahun tidak dilakukan pemulihan maka hasilnya itu  menurun Bapak. Ke depan saya berharap ini tidak hanya lisensi, tapi harus dijabarkan dan dikembangkan lebih masif lagi," katanya.

Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry menambahkan, total Balitbangtan telah mendaftarkan HKI sebanyak 881 teknologi, 580 diantaranya sudah mendapatkan sertifikat dan siap dioperasikan.

Baca Juga: Balitbangtan Kementan Hasilkan Royalti Rp4,6 Miliar di 2021
Mengenal Vertikultur, Media Kreativitas dengan Hasil Pertanian Berkualitas

"Untuk tahun 2021 ini tercatat 26 kerjasama lisensi telah ditandatangani, dan total kerjasama Balitbangtan dengan dunia usaha telah tercatat sebanyak 377 lisensi," katanya.

Untuk diketahui, penyelengaraan AIF merupakan upaya Kementan dalam mempercepat diseminasi hasil invensi Balitbangtan kepada masyarakat, khususnya dunia usaha. Rangkaian kegiatannya meliputi pameran teknologi Balitbangtan, bimbingan teknis, temu bisnis, bazar produk UKM (terutama pangan lokal), serta penandatanganan kerja sama lisensi dengan beberapa mitra industri. 

Video terkait:

Video Terkait