Petani Menjerit! Tanaman Terkena Serangan Hama, Produksi Bawang Merah Daerah Ini sampai Merosot

Tanaman Petani bawang merah Magetan terserang hama. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 1 November 2021 | 21:00 WIB

Sariagri - Para petani bawang merah di Kabupaten Magetan, Jawa Timur saat ini resah, lantaran jelang peralihan musim kemarau ke penghujan, tanaman bawang mengalami rusak diserang hama jamur.

Seperti yang menimpa tanaman bawang merah milik Sigit (44 tahun), salah seorang petani  di Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.

Lahan tanaman bawang seluas dua hektar miliknya rusak mencapai 90 persen lebih akibat serangan hama jamur. Akibatnya tanaman tidak dapat tumbuh normal dan cepat mengering.

“Serangan hama jamur jenis molar ini, membuat tanaman bawang yang baru berusia 35 hari milik saya menjadi tumbuh tidak normal dan cepat mengering. Dampaknya, buah bawang yang biasanya tubuh besar-besar, kini menjadi kecil bahkan tidak berbuah, “ keluh salah seorang petani, Sigit kepada Sariagri senin (1/11/2021) sambil menunjukan tanaman bawang yang rusak.

Baca Juga: Petani Menjerit! Tanaman Terkena Serangan Hama, Produksi Bawang Merah Daerah Ini sampai Merosot
Perangi Hama Tikus, Desa Ini Lakukan Sayembara Unik Berhadiah Uang



Ia menyebutkan adanya serangan hama ini membuat hasil produksi menurun hingga 75 persen. Jika biasanya dalam satu hektar lahan, dirinya mampu menghasilkan 15 ton bawang, kini menurun menjadi 5 ton bawang perhektarnya.

“Panen sebelumnya, dalam satu hektar bisa menghasilkan 15 ton. Kini dengan kondisi seperti ini, bisa dapat 5 ton saja sudah bagus, “ ujarnya.

Sigit mengaku panen bawang merah seharusnya dilakukan di umur 70 hari, namun karena terserang hama, ia terpasksa melakukan panen dini di umur bawang 35 hari.

“Ya, mau gimana lagi. Ini sebetulnya belum siap panen masih setengah dari umur masa panen. Tapi demi menekan kerugian yang lebih besar, terpaksa panen dini, “ akunya.

Sigit mengatakan serangan hama ini tidak hanya terjadi pada lahan miliknya, namun juga sudah meluas ke tanaman bawang milik petani lainnya yang ada dalam satu kecamatan.

“Kalau ditotal luasan lahan yang terserang hama jamur seperti punya saya, dalam satu kecamatan mungkin ada puluhan hektar. Terus terang saat ini petani resah dengan adanya kondisi ini, “ ungkapnya.

Selain mengeluhkan panen anjlok akibat serangan hama, para petani bawang merah juga mengeluhkan harga jual yang turun saat ini.

“Saat ini, harga bawang super berkisar antara Rp19.000 hingga Rp20.000 perkilo. sedangkan harga bawang biasa hanya laku kisaran Rp14.000 hingga Rp15.000 perkilo. Padahal,  sebelumnya harga bawang pernah mencapai Rp26.000 sampai dengan Rp35.000 perkilogramnya, “ tandasnya.

Video Terkait