Nilai Tukar Petani Oktober 2021 Naik, Dua Subsektor Ini Berkontribusi Besar

Ilustrsi cabai merah (Kementan)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 1 November 2021 | 18:10 WIB

Sariagri - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono melaporkan terjadi kenaikan pada Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor Tanaman Pangan dan subsektor Hortikultura OKtober 2021 masing-masing 99,35 atau 0,59 persen dan 99,45 atau naik 0,81 persen.

Kenaikan besar ini menurut data BPS dipengaruhi kenaikan harga beberapa komoditas seperti gabah, singkong, ketela pohon dan ketela rambat. Sedangkan kenaikan hortikultura dipengaruhi kenaikan harga cabai rawit, cabai merah dan bawang daun.

"Jadi secara keseluruhan NTP untuk semua subsektor mengalami kenaikan, kecuali subsektor peternakan yang turun karena harga telur di pasaran belum membaik," ujar Margo melalui streaming, Senin (1/10/2021).

Margo menjelaskan, kenaikan juga terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat yang memiliki nilai 127,60 atau naik 2,01 persen. Sedangkan untuk subsektor perikanan nilainya 105,28 atau naik 0,32 persen.

"Sekali lagi, nilai NTP pada bulan Oktober 2021, jika dibandingkan dengan NTP sebelumnya mencapai 106,67 atau naik sebear 0,93 persen (MtoM)," katanya.

Disisi lain, Margo mengatakan kenaikan juga terjadi pada Nilai Tukar Usaha Petani (NTP) Oktober 2021 yang mencapai 106,49 atau naik 0,86 persen (MtoM). Secara umum, kenaikan NTUP dipengaruhi karena indek yang diterima petani naik 1,05 persen.

"NTUP pada tanaman pangan 0,58 persen, hortikultura 0,81 persen, tanaman pangan 1,78 persen dan peternakan turun -0,20 persen," katanya.

Untuk harga gabah di tingkat petani pada Oktober 2021 juga mengalami kenaikan cukup besar. Ini terlihat dari rata-rata harga gabah kering panen (GKP) yang naik 1,32 persen (MtoM). Sementara untuk rata-rata harga gabah kering guling (GKG) turun 0,63 persen.

"Kemudian harga beras di penghilangan September-Oktober naik 0,31 persen," katanya.

Terpisah, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengatakan kenaikan NTP dan NTUP patut disukuri bersama. Hal itu menunjukan adanya keberlanjutan hasil dari upaya yang yang dilakukan pemerintah dalam menjaga kesejahteraan para petani. Dia mengajak semua pihak terus menjaga momentum positif itu dengan baik.

"Mari kita dukung terus aktivitas petani dalam melakukan peningkatan produksi dan upaya kita dalam penanganan pasar komoditas pertanian. Seperti yang kita tahu, pertanian adalah penyelamat dan juga bantalan  ekonomi nasional," tegasnya.

Baca Juga: Nilai Tukar Petani Oktober 2021 Naik, Dua Subsektor Ini Berkontribusi Besar
Peningkatan Impor Pangan Cina Berdampak Kerusakan Lingkungan Secara Global

Untuk diketahui, NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan.

NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Secara nasional, NTP pada Januari-Oktober 2021 mencapai 104,01 dengan nilai It sebesar 112,09 sedangkan Ib sebesar 107,77. 

Video terkait:

Video Terkait