1.087 Pelaku Usaha Pertanian Nikmati 'Electrifying Agriculture'

PLN meluncurkan Program Electrifying Agriculture. (Antara/HO-Humas PLN Bali)

Editor: Arif Sodhiq - Jumat, 29 Oktober 2021 | 21:00 WIB

Sariagri - Sebanyak 1.087 pelaku usaha di bidang pertanian, perkebunan, peternakan hingga perikanan telah bergabung mengikuti program "Electrifying Agriculture" pada Oktober 2020. Program itu digulirkan Perusahaan Listrik Negara Unit Induk Distribusi (PLN UID) Bali.

"Antusiasme dari pelaku usaha ini menandakan program 'Electrifying Agriculture' telah berhasil membuktikan efisiensi dan produktivitas bagi usaha mereka," ujar Manager Pemasaran PLN UID Bali, Oscar Praditya di Denpasar, Jumat (29/10/2021).

Oscar menjelaskan rata-rata penghematan biaya operasional yang dapat dicapai pelaku usaha agrikultur jika menggunakan mesin berbasis listrik sekitar 62,20 persen. Hingga September 2021 daya listrik tersambung sebanyak 9,39 MVA

“Efisiensi dan penghematan ini diharapkan bisa memotivasi para pelaku usaha sekaligus juga bisa meningkatkan kemampuan produksinya sehingga nantinya perekonomian Bali mampu terangkat melalui sektor agrikultur ini,” jelasnya.

Oscar menambahkan, melalui program itu, PLN tidak hanya mendorong produktivitas dan efisiensi bagi pelanggan, tetapi juga memberikan kemudahan akses listrik dan modal.

“Kami bekerja sama dengan pihak perbankan untuk memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha agrikultur yang ingin beralih menggunakan mesin-mesin berbasis listrik, sehingga mereka tidak kesulitan dalam hal permodalan untuk membeli peralatan tersebut,” katanya.

Di Bali, program ini telah dinikmati dalam beragam bentuk antara lain penggunaan pompa dan mesin penggilingan berbasis listrik oleh petani bawang di Kintamani, penggunaan lampu untuk perkebunan buah naga di Gianyar, serta peternak ayam dengan sistem kandang tertutup di Klungkung.

Selain itu juga terdapat juga pemilik tambak udang venema di Jembrana yang turut memanfaatkan program ini demi efisiensi usahanya.

Baca Juga: 1.087 Pelaku Usaha Pertanian Nikmati 'Electrifying Agriculture'
Ubi dan Buncis Kenya Asal Kabupaten Bandung Tembus Pasar Ekspor

Melalui pelikan yakni pelayanan listrik perikanan yang diinisiasi PLN UP3 Bali Utara, I Made Nursiman, pemilik tambak udang tersebut merasakan kemudahan dalam menjalankan usahanya.

“Kalau menggunakan mesin diesel sehari semalam bisa menghabiskan biaya sekitar Rp50 ribu, sedangkan dengan mesin listrik hanya menghabiskan Rp20 ribu,” kata Made Nursiman.

Video terkait:

Video Terkait