Cara Budi Daya Porang bagi Pemula Agar Dapatkan Hasil Maksimal

Tanaman Porang. (Sariagri/Aji Dewanto)

Penulis: Tatang Adhiwidharta, Editor: Nazarudin - Selasa, 26 Oktober 2021 | 16:40 WIB

Sariagri - Tanaman porang belakangan ini banyak diminati para petani. Dasarnya, permintaan pasar pada umbi dari tanaman berkhasiat ini membuat banyak orang belajar bagaimana budidaya porang.

Seperti diketahui, porang merupakan salah satu tanaman jenis umbi-umbian yang memiliki kandungan zat glukomanan, ia sangat bermanfaat untuk kesehatan. Tak salah juga, ia memiliki nilai ekonomi yang tinggi saat ini.

Secara fisik, porang tumbuh dengan tangkai tunggal atau batang bercorak belang-belang hijau-putih. Porang hanya bisa tumbuh di bawah pepohonan penyangga seperti pohon jati. Selain itu, ia juga digunakan untuk pembuatan lem dan jelly yang beberapa tahun terakhir diekspor ke Jepang. Tak salah jika budidaya tanaman satu ini begitu menjanjikan.

Berikut ini adalah cara menanam dan budidaya porang bagi pemula agar dapatkan hasil maksimal

Ilustrasi - Hasil  <a target='_BLANK' href='//sariagri.id/article/topic/37356/Panen'>panen</a>  porang. (Antara Foto/Siswowidodo)
Ilustrasi - Hasil panen porang. (Antara Foto/Siswowidodo)



Berapa Lama Panen Porang?

Untuk berapa lama panen porang sekira enam bulan lamanya atau sehabis periode musim kemarau berakhir. Apabila tidak dipanen, tanaman porang akan layu dan seolah mati.

Budi daya Porang untuk Apa?

Seperti diuatarakan di atas, porang memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan, di mana permintaan pasar sedang tinggi. Selain itu, tanaman ini bisa dijadikan bahan tepung alternatif karena banyak mengandung glukomanan.

Tak hanya unggul karena glukomanan, umbi konyaku porang juga rendah kalori, banyak mengandung serat, dan memiliki tujuh macam asam amino esensial. Di pasaran porang basah dibanderol dengan harga antara Rp. 9.000 – Rp. 10.000 per kg, sedangkan porang kering bisa diekspor dengan harga sekitar Rp. 200.000 – Rp. 300.000 per kg.

Guru Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Sigeblog memanfaatkan waktu dan pekarangan sekolah dengan menanam porang (Sariagri/ Pena Zun)
Guru Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Sigeblog memanfaatkan waktu dan pekarangan sekolah dengan menanam porang (Sariagri/ Pena Zun)

Kapan Waktu yang Tepat Menanam Porang?

Untuk budi daya porang yang perlu diperhatikan yaitu menyiapkan lahan terbuka. Untuk sistemnya sebaiknya dilakukan dengan monokultur agar hasil lebih maksimal.

Menanam porang juga baiknya dilakukan pada awal musim hujan sekitar Oktober hingga Desember. Untuk perawatannya sama seperti tanaman pada umumnya, setelah ditanam, porang harus dirawat secara rutin. Perawatan tanaman porang terdiri dari beberapa tahapan mulai dari membersihkan gulma, meninggikan guludan, memberikan pupuk dan melakukan penjarangan.

Cara menanam porang yang baik yaitu bibit yang telah dipilih dimasukkan satu per satu ke dalam lubang tanam dengan letak bakal tunas menghadap ke atas, untuk setiap lubang tanam diisi 1 bibit porang dengan jarak tanam 1 m x 1 m. Kemudian tutup lubang tanam dengan tanah setebal 3 cm.

Berapa Kali Panen Porang dalam Setahun?

Cara budi daya porang agar cepat panen yaitu dengan menanam bibit porang dari bibit umbi. Pasalnya, ia bisa mulai dipanen ketika umurnya telah mencapai 7 bulan sejak masa tanam.

Sementara porang yang ditanam dari bibit katak biasanya membutuhkan waktu lebih lama, agar bisa dipanen sekitar 18-24 bulan sejak masa tanam. Proses panen porang dilakukan dengan cara menggali umbi porang.

Dokumentasi - Komoditas porang memiliki nilai ekonomi tinggi. (Kementan)
Dokumentasi - Komoditas porang memiliki nilai ekonomi tinggi. (Kementan)

Berapa kali panen porang dalam setahun?

Tanaman porang dapat dipanen untuk pertama kali setelah umurnya mencapai 2 tahun. Di mana umbi yang dipanen adalah umbi besar yang beratnya lebih dari 1 kg/umbi, sedangkan umbi yang masih kecil ditinggalkan untuk dipanen pada tahun berikutnya.

Setelah itu, tanaman dapat dipanen setahun sekali tanpa harus menanam kembali umbinya. Adapun ciri-ciri porang yang siap panen yaitu jika daunnya telah kering dan jatuh ke tanah.

Diketahui, satu pohon porang bisa menghasilkan umbi sekitar 2 kg dan dari sekitar 40 ribu tanaman dalam satu hektar bisa dipanen 80 ton umbi pada periode pemanenan tahun kedua. Usai umbi dipanen, kemudian dibersihkan dari tanah dan akar. Umbi kemudian dipotong lalu dijemur, memotong umbi tersebut harus benar karena menentukan kualitas porang yang dihasilkan.

Video Terkait :

Video Terkait



Baca Juga: Cara Budi Daya Porang bagi Pemula Agar Dapatkan Hasil Maksimal
Akibat Kemarau Panjang, Ratusan Hektar Tanaman Daerah Ini Terancam Mati