600 Hektare Lahan Pertanian Dekat Calon Ibu Kota Terendam Banjir

Lahan pertanian banjir. (Antara)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 14 Oktober 2021 | 19:50 WIB

Sariagri - Sedikitnya 600 hektare lahan pertanian di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, terendam banjir kiriman dari Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser. Lokasinya pun kurang lebih 46 kilometer dari calon Ibu Kota Baru.

"Sekitar 600 hektare lahan pertanian di Kecamatan Babulu masih terendam air," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Marjani di Penajam, Kamis (14/10/2021).

"Lahan pertanian yang terendam banjir itu milik petani di Desa Gunung Mulia dan Sumber Sari, Kecamatan Babulu," ujarnya seperti dikutip dari Antara.

Dengan kondisi tergenang banjir, tanaman di lahan pertanian tersebut terancam gagal panen jika debit air tidak segera surut. Diperkirakan para petani di dua desa itu bakal mengalami kerugian karena gagal panen akibat tanaman di lahan pertaniannya terendam banjir.

Selain lahan pertanian tanaman padi terdapat sekitar 50 hektare di antaranya lahan pertanian tanaman palawija terancam gagal panen.

"Lahan pertanian yang terendam banjir dengan tanaman produktif berupa tanaman padi dan palawija itu siap panen," ucap Marjani.

Tanaman palawija tersebut di antaranya tanaman buah semangka dan tanaman sayur mayur termasuk cabai.

Banjir yang terjadi di Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser Senin (4/10), berdampak hingga ke wilayah Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Baca Juga: 600 Hektare Lahan Pertanian Dekat Calon Ibu Kota Terendam Banjir
Akibat Cuaca Tak Tentu, Petani Garam Daerah Ini Gagal Panen hingga Ratusan Ton

"Kiriman banjir dari daerah tetangga ke Desa Gunung Mulia dan Sumber Sari di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara terjadi Kamis (7/10)," kata Marjani.

Petani yang lahannya terendam banjir bakal diberikan bantuan berupa bibit tanaman sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.

Video Terkait