Jelang Musim Tanam Okmar, Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk Subsidi di Jawa Barat Sesuai Alokasi

Stok pupuk di gudang PT Pupuk Indonesia. (Foto: Istimewa)

Editor: M Kautsar - Kamis, 14 Oktober 2021 | 13:40 WIB

Sariagri - PT Pupuk Indonesia memastikan stok pupuk subsidi Provinsi Jawa Barat jelang musim tanam Oktober 2021-Maret 2022 (Okmar) sesuai alokasi. Dimana di lini I dan lini III ini mencukupi untuk kebutuhan selama enam pekan ke depan.

VP Sales Region 3A Pupuk Indonesia, Aviv Ahmad Fadhi mengatakan, sampai tanggal 6 Oktober 2021, jumlah stok pupuk subsidi yang berada di lini I dan lini III berjumlah 211,1 ribu ton. Dimana rinciannya yaitu pupuk Urea 148.668 ton, NPK Phonska 31.076 ton, SP-36 12.866 ton, ZA 4.995 ton, dan organik 13.516 ton.

Dari data di atas, ia menyebut jumlahnya sekitar 342 persen dari stok minimum ketentuan pemerintah. 

"Untuk realisasi penyaluran pupuk subsidi, mencapai 361 ribu ton hingga 4 Oktober 2021. Jumlah tersebut berasal dari pupuk Urea sebanyak 330.153 ton, NPK sebanyak 251.355 ton , SP-36 sebanyak 33.693 ton, ZA sebanyak 28.413 ton, dan Organik sebanyak 44.290 ton," kata Aviv, Rabu (13/10).

Para petani yang ingin mendapat pupuk subsidi, wajib tergabung dalam kelompok tani. Selain itu mereka harus memenuhi syarat yang sudah ditetapkan Kementrian Pertanian.

Dalam ketentuannya, sambung Aviv, petani menggarap lahan maksimal dua hektare, menyusun dan input data ke Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK), dan untuk wilayah tertentu menggunakan Kartu Tani. Jika petani tidak punya Kartu Tani, maka mereka masih bisa menebus pupuk subsidi secara manual. Dengan catatan, harus dibantu petugas penyuluh lapangan atau PPL dari Dinas Pertanian setempat.

"Untuk mengakomodir petani yang tidak terdaftar dalam e-RDKK atau kebutuhannya lebih tinggi dibandingkan alokasi pupuk bersubsidinya, Pupuk Indonesia menyediakan pupuk non-subsidi di Jawa Barat sebanyak 7.809 ton, rinciannya Urea 3.463 ton, NPK 3.108 ton, SP-36 929 ton, ZA 275 ton, dan Organik 34 ton," jelasnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, saat ini Pupuk Indonesia telah memanfaatkan Distribution Planning and Control System (DPCS). Ini adalah sistem terintegrasi yang didesain untuk melakukan kontrol rantai pasok distribusi pupuk subsidi secara optimal. Sistem DPCS Pupuk Indonesia juga  didukung oleh jaringan distribusi yang luas. 

Baca Juga: Jelang Musim Tanam Okmar, Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk Subsidi di Jawa Barat Sesuai Alokasi
Legislator Minta Petani Beralih ke Pupuk Organik

Melalui sistem DPCS, pihaknya bisa memantau stok pupuk subsidi mulai dari lini produksi hingga kios-kios resmi secara realtime.
Masih kata dia, sebagai produsen Pupuk Indonesia berkewajiban untuk menyalurkan pupuk subsidi sesuai alokasi yang ditetapkan oleh pemerintah. Pihaknya berpedoman pada Surat Keputusan (SK) dari Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten, untuk jumlah penyalurannya ke berbagai daerah.

"Untuk tahun 2021, alokasi pupuk subsidi yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 49 Tahun 2020 sebesar 9,04 juta ton dan 1,5 juta liter pupuk organik cair," ucap dia.

Video Terkait