Kekeringan Ekstrem Mengintai Lima Daerah di NTT

Dokumentasi - Lahan pertanian tandus saat musim kemarau di Kabupaten Kupang, Pulau Timor, NTT. (Foto Antara/Aloysius Lewokeda)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 13 Oktober 2021 | 18:40 WIB

Sariagri - Stasiun Klimatologi Kupang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga agar mewaspadai ancaman bencana kekeringan ekstrem di lima daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kelima daerah itu adalah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Rote Ndao dan Sabu Raijua.

"Daerah-daerah tersebut berstatus awas terhadap bencana kekeringan dengan kondisi Hari Tanpa Hujan (HTH) di atas 60 hari atau kategori ekstrem panjang," ujar kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang BMKG Rahmattulloh Adji, Rabu (13/10/2021).

Dengan kondisi itu, Rahmattulloh mengatakan warga di daerah terdampak perlu mewaspadai ancaman bencana kekeringan dengan melakukan sejumlah langka antisipasi seperti menghemat penggunaan air bersih.

Selain itu mewaspadai kebakaran hutan dan lahan serta melakukan aktivitas budidaya pertanian yang tidak memerlukan banyak air.

Dia menjelaskan saat ini zona musim di NTT masih berada dalam periode musim kemarau. Data hari tanpa hujan (HTH) menunjukkan umumnya wilayah NTT mengalami HTH yang bervariasi dengan kategori sangat pendek (1-5 hari) hingga ekstrem panjang (lebih dari 60 hari).

Baca Juga: Kekeringan Ekstrem Mengintai Lima Daerah di NTT
Dukung Ketahanan Pangan, Kementerian PUPR Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Demak

Sementara itu prakiraan peluang curah hujan menunjukkan umumnya wilayah NTT diprakirakan akan mengalami curah hujan rendah (20-50 mili meter/dasarian) dengan peluang 61-100 persen.

Namun sebagian kecil wilayah NTT diprakirakan masih akan mengalami curah hujan sangat rendah (lebih kecil dari 20 mili meter/dasarian) dengan peluang 71-100 persen.

Video terkait:

Video Terkait