Dukung Ketahanan Pangan, Kementerian PUPR Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Demak

Ilustrasi irigasi (Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 13 Oktober 2021 | 18:10 WIB

Sariagri - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi. Salah satu wujud dukungan Kementerian PUPR melalui kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi di Daerah Irigasi (DI) Glapan di Kabupaten Grobogan dan Demak, Provinsi Jawa Tengah. 

Rehabilitasi DI Glapan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi itu merupakan salah satu program unggulan Kementerian PUPR selain penyelesaian bendungan on-going untuk mendukung produksi pertanian berkelanjutan.

"Pembangunan bendungan harus dibarengi dengan pembangunan jaringan irigasi sehingga bendungan-bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat langsung memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat petani,” ujar Basuki.

DI Glapan dibangun pada tahun 1852-1859 di masa Pemerintahan Kolonial Belanda dengan konstruksi bendung berupa ambang pasangan batu disertai bidang terjunan panjang sehingga membentuk seperti saluran miring. Luas area layanan DI Glapan sesuai Peraturan Menteri (Permen) PUPR Nomor 14/PRT/2015 adalah 18.740 hektar yang terdiri dari Intake kiri untuk DI Glapan Barat seluas 10.113 hektar, dan Intake kanan untuk DI Glapan Timur seluas 8.671 hektare.

Kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi DI Glapan sudah dimulai Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) sejak tahun 2018 dengan target penyelesaian di tahun 2023. Pada tahun 2018 dilakukan rehabilitasi jaringan irigasi DI Glapan Timur yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) meliputi pekerjaan normalisasi bagian hulu Bendung Glapan, disertai pekerjaan normalisasi dan perkuatan tebing saluran sekunder Milir sekitar 2 kilometer.

Pada tahun 2019 melalui pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), kegiatan tersebut dilanjutkan meliputi pekerjaan normalisasi dan perkuatan tebing saluran induk sekitar 2 kilometer. Dilanjutkan dengan normalisasi dan perkuatan tebing saluran sekunder Milir sekitar 4 kilometer, serta normalisasi dan perkuatan tebing saluran sekunder Doreng sekitar 8 kilometer.

Selanjutnya pada tahun 2020-2021, melalui pembiayaan SBSN dilaksanakan lanjutan pekerjaan normalisasi dan perkuatan tebing saluran induk sekitar 535 meter, dan normalisasi dan perkuatan tebing saluran sekunder Gubug sekitar 5 kilometer. Berikutnya normalisasi dan perkuatan tebing saluran sekunder Dangi sepanjang 18,3 kilometer, serta lanjutan perkuatan tebing saluran sekunder Doreng sepanjang 1,35 kilometer.

Di samping rehabilitasi bangunan rumah jaga bendung, rumah genset, rumah pintu, mekanisasi pintu intake, serta pekerjaan parapet di hulu Bendung Glapan. Pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi DI Glapan ini direncanakan untuk dituntaskan melalui multi years contract  (MYC) tahun 2021-2023.Di mana untuk DI Glapan timur meliputi pekerjaan persiapan, bendung, rehabilitasi saluran, dan jalan inspeksi.

Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan, Kementerian PUPR Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Demak
Inisiasi Indonesia, G33 Sepakat Isu Ketahanan Pangan dan Pertanian Jadi Paket Kebijakan di WTO

Untuk DI Glapan barat meliputi pekerjaan persiapan, saluran induk, saluran sekunder, garasi alat berat, pekerjaan lansekap, dan jalan inspeksi. Rehabilitasi Bendung Glapan yang diikuti dengan jaringan irigasinya ini diharapkan dapat meningkatkan luas areal tanam padi di Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Grobogan dan Demak.

Peningkatan efisiensi saluran irigasi yang sebelumnya berupa saluran tanah dengan efisiensi air 60 persen menjadi saluran pasangan dengan efisiensi air 80 persen, akan ada peningkatan indeks penanaman (IP) padi yang sebelumnya 179 persen menjadi 240 persen. Ini berarti tambahan areal tanam padi sebesar 21 persen di musim tanam kedua (MT2), dan tambahan areal tanam padi sebesar 40 persen di musim tanam ketiga (MT3). 

Video terkait:

 

Video Terkait