Manfaatkan Teknologi Maju, Mentan Ajak Pemuda Terjun ke Sektor Pertanian

Mentan Syahrul Yasin Limpo. (Foto: Sariagri/Arief L)

Editor: M Kautsar - Senin, 11 Oktober 2021 | 22:30 WIB

Sariagri - Pertanian menjadi lapangan kerja yang tidak terdampak selama berlangsungnya pandemi Covid-19. Bahkan pertanian memberikan keuntungan berlipat diantara sektor usaha lainnya.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo usai menghadiri acara pengukuhan 10.000 pemuda tani di Surabaya, beberapa waktu lalu.

Syahrul menyebutkan pertanian menjanjikan keuntungan yang maksimal. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Pertanian mendorong para pemuda untuk terjun dan mencintai lapangan kerja pertanian.

“Saya meneruskan pesan Bapak Presiden Jokowi, kepada 10.000 pemuda pemudi yang tergabung dalam wadah Komando Kawasan Terpaut Pemuda Tani Indonesia atau KKT-PI yang malam ini saya lantik agar bisa menjadi pioner bagi generasi milenial di Indonesia untuk terjun di sektor pertanian," ucap Syahrul, beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan itu, Syahrul juga meluncurkan laman dan alat pertanian pintar (altarian) yakni sebuah inovasi teknologi yang dapat mengoperasikan bisnis pertanian dari lokasi manapun atau jarak jauh melalui Android di telepon seluler.

“Melalui organisasi KKT-PTI ini saya berharap bisa menjadi pionir-pionir bagi pemuda kita dengan memfasilitasi salah satunya melalui pelatihan-pelatihan, sesudah itu melaksanakan program-program pertanian yang kita harapkan. Bahkan dengan teknologi maju seperti hadirnya altarian," kata dia.

Sementara itu, Koordinator Nasional KKT-PTI, Daenk Jamal mengatakan sesuai arahan Menteri Pertanian, pihaknya akan melakukan pemberdayaan generasi milenial. “KKT-PTI akan memberdayakan para milennial yakni dengann cara merangkul setiap pemuda yang ada di pelosok daerah kemudian bermitra dengan kementerian pertanian dalam rangka peningkatan produksi pangan," kata Daenk Jamal.

Sedangkan konsep yang tengah dikembangkan KKT-PTI, imbuhnya yakni pertanian, perkebunan, dan peternakan terintegrasi dalam satu klaster sehingga meninbulkan ketertarikan bagi generasi muda dalam menekuni bisnis ini.

Sehingga dengan terintegrasi nantinya para pemuda ini ke depan akan memiliki penghasilan harian, mingguan, bulanan sampai bahkan per tiga bulan dalam satu tahun.

“Jadi dari konsep tiga hal terintegrasi, para pemuda akan mendapatkan hasil dari padi di sawah, anak kambing dari peternakan dan buah-buahan di perkebunan. Jika klaster ini berjalan maka mereka akan mengantongi penghasilan yang sangat besar," ucap dia.

Penghasilan yang dimaksudkannya tersebut akan berbeda nominalnya dengan yang selama ini didapatkan oleh petani tua. Karena itu KKT-PTI fokus pada pengembangan regenerasi pertanian. Dia optimistis jika para pemuda terjun menjadi petani, maka dunia pertanian di Indonesia akan maju pesat. Hal ini dikarena para pemuda sangat dekat dengan teknologi alat mesin pertanian (alsintan) modern yang ada saat ini.

“Jadi bisa dibayangakan era teknologi yang dikuasai anak-anak muda ini diterapkan di dunia pertanian, seperti pemanfaatan drone untuk pemupukan, penyiraman atau pembasmian hama maka tuntas permasalahan yang selama ini ada," kata dia.

Baca Juga: Manfaatkan Teknologi Maju, Mentan Ajak Pemuda Terjun ke Sektor Pertanian
Petani Ini Habiskan Rp28 Miliar Bangun Rumah dengan Desain Bak Istana

Pemuda tani yang akan dirajut merupakan pemuda yang dibekali dengan edukasi dan teknologi. Maka dengan begitu petani sekarang tidak perlu berkotor-kotor karena adanya teknologi, seperti altarian.

“Altarian yang kita ciptakan ini bisa dioperasikan secara digital dan otomatis, meskipun kita di Surabaya, kita punya depo pertanian di Jakarta, cukup kita menggunakan android bisa mengoperasikan itu semua. Jika teknologi dan anak-anak muda sudah masuk ke sektor pertanian, maka terciptalah petani-petani muda keren dan hebat," pungkasnya.

Video Terkait