Inspiratif, Dua Wanita Lulusan Sastra Inggris Ini Berdayakan Ibu-ibu Lewat Pertanian Organik

Maya Stolastika, founder Twelves Organic. (Foto: Youtube Lokalan Mojokerto)

Penulis: M Kautsar, Editor: Reza P - Jumat, 8 Oktober 2021 | 13:10 WIB

Sariagri - Memberdayakan masyarakat dan melestarikan lingkungan dilakukan sekaligus oleh Maya Stolastika dan Herwita Rosalina. Mereka menjadi petani wanita yang mendirikan komunitas pertanian organik bagi para ibu-ibu di daerah Pacet, Kecamatan Mojokerto, Kabupaten Jawa Timur. Pertanian organik mereka dinamai “Twelve’s Organic”.

“Kami mendirikan Twelve’s Organic tahun 2012, sebelumnya kami sebenarnya memulai pertanian organik di tahun 2008-2010, namun kami sempat hiatus untuk menambah pengalaman dan pengetahuan kami di pertanian organik karena background kami berdua yaitu sastra inggris,” kata Maya dikutip Sariagri dari Youtube Lokalan Mojokerto, Jumat (8/10).

Meskipun Maya dan Hewina lulusan sastra inggris, minat keduanya tidak surut pada pertanian organik. Mereka kemudian berusaha mengajak masyarakat sekitar untuk beraih pada pertanian organik.

“Pada tahun 2012 kami kembali memulai usaha, pada saat itu tidak mudah untuk mengajak warga yang lain beralih ke pertanian organik. Sehingga membutuhkan proses sekitar 5 tahun. Baru pada tahun 2017-2018 itu kami mengajak kelompok wanita tani untuk bertani organik, mereka setuju dan mulai membuat kelompok petani organik di tahun 2018,” jelas Maya.

Maya mengungkapkan, alasan Ia bersama rekannya lebih banyak mengahak perempuan untuk menjadi petani organik karena mereka memiliki tujuan untuk meregenerasi petani dengan mengubah mindset dari seorang ibu tentang dunia pertanian.

“Kami ingin mengubah mindset dari seorang ibu tentang dunia pertanian, bahwa dunia pertanian itu tidak hanya bicara tentang kotornya saja, tetapi juga memberikan masa depan yang cerah. Jadi pertanian bila dilakukan dengan manajemen yang baik itu akan memberikan masa depan yang cerah, dan hasil yang lebih baik,” sebutnya.

Saat ini sudah ada sekitar 20 anggota dari Twelve’s Organic yang dibagi ke dalam 4 kelompok tani yaitu, kelompok madani, kelompok swadaya, kelompok berdikari dan kelompok miatani.

Maya menjelaskan, masing-masing kelompok tani binaannya mempunyai pekerjaan yang berbeda-beda. Seperti kelompok swadaya misalnya, dikatakan Maya, kelompok tersebut bertugas untuk mempersiapkan pupuk kandang, pupuk organik cair dan pestisida nabati.

Baca Juga: Inspiratif, Dua Wanita Lulusan Sastra Inggris Ini Berdayakan Ibu-ibu Lewat Pertanian Organik
Kisah Petani Indramayu, Sukses Budi Daya Padi Organik dengan Agens Pengendali Hayati

Selain itu, komoditas yang ditanam setiap kelompok pun berbeda-beda. Hal tersebut guna mencegah kelebihan produksi.

“Masing-masing kelompok ada yang menanam khusus sayuran daun, kemudian ada kelompok lain yang khusus menanam umbi, kelompok yang tanaman sayuran buah seperti buncis, tomat dan cabai besar,” katanya. Khusus buah-buahan, kami fokus pada buah beri-berian seperti raspberry, blackberry, mulberry, dan stroberi,” paparnya.

Maya menambahkan saat ini Twelve’s Organic sudah memproduksi sekitar 50 hingga 70 komoditas yang dihasilkan dengan teknik pertanian organik.

Video Terkait